Waspadai Potensi Masuknya Varian Omicron, Pemprov Bali Gelar Rakor Penguatan Penapisan Covid-19 di Gilimanuk

rakor
Pemprov Bali menggelar Rakor penguatan penapisan Covid-19 di Gilimanuk, Kamis (13/1/2022). (ist)

NEGARA | patrolipost.com – Bali perlu mewaspadai potensi masuknya varian Omicron seiring pelonggaran lintas batas provinsi, terutama melalui pelabuhan. Terkait hal itu Pemprov Bali menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Kamis (13/1/2022).

Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin mengungkapkan, sepanjang 2022, Bali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tingkat dunia, mulai KTT G20 hingga pertemuan yang diadakan United Nations Office for Global Platform for Disaster Risk Reduction (UNGPDRR).

Bacaan Lainnya

“Jangan sampai masuknya kasus ke Bali merebak karena adanya kelonggaran di pintu masuk Bali,” kata Rentin yang juga Kalaksa BPBD Bali.

Dalam upaya penapisan Covid-19 di pintu masuk Bali, kata Rentin, perlu dilakukan secara lintas sektor, terutama untuk pelaku perjalanan dalam negeri melalui pelabuhan Gilimanuk.

“Identifikasi skrining menjadi tantangan tersendiri untuk pelaku perjalanan dalam negeri, terutama saat isu varian Omicron sudah teridentifikasi di sejumlah provinsi,” ujarnya.

Sementara, dalam rapat koordinasi lintas sektor itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Wayan Widya mengatakannya, potensi Omicron perlu menjadi perhatian semua pihak di Bali.

Dari sisi kesehatan, Bali bersiap merespon dan menggencarkan kembali test, tracing dan treatment sebagai kunci utama untuk mengendalikan Covid-19.

“Bali memiliki daya tarik bagi masyarakat, apalagi dengan adanya penyelenggaraan G20 di tahun 2022 ini,” kata Wayan Widya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta, selaku koordinator pintu masuk Satgas Covid-19 Bali meminta, jajaran Pemprov Bali, khususnya Dinas Perhubungan terus berkoordinasi secara intensif dengan BPTD XII Wilayah Bali NTB, Unit Penyelenggara Pelabuhan maupun PT ASDP Ketapang-Gilimanuk.

“Sehingga Provinsi Bali lebih siap dan memiliki sistem ketahanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan,” kata Samsi. (pp03)

Pos terkait