Tutup Program Pelatihan Tata Rias Kecantikan, 16 Peserta Dinyatakan Kompeten

gianyar 111111
Pelatihan Berbasis Kompetensi Non Boarding program tata rias kecantikan yang dilaksankan selama 33 hari oleh Disnaker Gianyar di Kantor UPTD BLK Agrobisnis dan Industri tuntas dilaksanakan, Senin (20/3). (kominfo/eka)

GIANYAR | patrolipost.com – Pelatihan Berbasis Kompetensi Non Boarding program tata rias kecantikan yang dilaksankan selama 33 hari oleh Disnaker Gianyar di Kantor UPTD BLK Agrobisnis dan Industri, telah berakhir. Pelatihan ditutup oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, Senin (20/3). Sebanyak 16 orang peserta program kecantikan dinyatakan kompeten dan berhak menerima sertifikat uji kompetensi.

Kepala UPTD BLK Agrobisnis dan Industri Disnaker Gianyar Ni Ketut Dani mengatakan dengan dinyatakannya semua peserta pelatihan tata rias kecantikan lulus dengan kompeten, dirinya berharap mereka mampu menerapkan ilmu dan keterampilannya di dunia kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran serta dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraannya.

“Selain menjadikan tenaga kerja yang terampil, terlatih dan kompeten, program ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya di Gianyar, ” kata Ni Ketut Dani.

Lebih lanjut, pelatihan ini, dilasanakan selama 33 hari dengan 260 jam pelajaran dan diikuti oleh 16 peserta orang serta menghadirkan instruktur handal dari LPK Salon Putra Intan dan Salon Rumpi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Daging mengatakan apabila nantinya para peserta ingin menjadi interprenuer muda, di BLK Disnaker Gianyar bekerjasama dengan Bank Daerah Gianyar dalam permodalan.

“Nantinya kalau ada adik-adik punya semangat jiwa interprenuer, mulai kelompok maupun perorangan dapat mengajukan KUR 0,5 peren menurun,” kata I Gede Daging.

Selain menggandeng Bank Daerah Gianyar, Disnaker juga mendorong para lulusan pelatihan tata rias kecantikan untuk berani menjadi wirausaha muda yang handal dan mampu bersaing. “Ayo mulai bikin usaha kecil-kecilan dulu, dan terpenting adalah semangat untuk berusaha dan bersaing di dunia kerja” ajaknya.

Lebih lanjut dirinya berharap, sesuai dengan tupoksi Disnaker yaitu meningkatkan keterampilan para tenaga kerja dan menurunkan angka pengangguran yang masuk usia kerja produktif. Sehingga dengan adanya pelatihan-pelatihan yang di lakukan di BLK Disnaker dapat meningkatkan skill dan keterampilannya sehingga dapat terserap di dunia kerja.

“Semoga semua bisa menciptakan lapangan kerja maupun diserap di dunia kerja. Sehingga kami di pemerintahan bisa mempunyai angka riil guna dapat menekan angka pengangguran, itu intinya,” tandasnya. (kominfo/eka)

 

Pos terkait