Truk Tronton Terguling Hantam Lima Mobil Pribadi

AMLAPURA | patrolipost.com – Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Selat Lombok sejak tiga hari belakangan ini mulai berdampak pada aktifitas pelayaran dan penyeberangan kapal ferry maupun kapal cepat. Kapal Ferry KMP Marina Primera, bermuatan penuh kendaraan truk dan kendaraan kecil yang berlayar dari Palabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padang Bai, Senin (15/7), dihantam gelombang tinggi mengakibatkan kapal oleng.

Olengnya kapal tersebut membuat kendaraan yang berada di dalam dek ikut oleng dan terguncang. Sebuah kendaraan truk bernomor polisi DR 8607 AD yang dikemudikan Nafsiah (60) asal Marong, Lombok Barat, terguling ke kiri dan menghantam beberapa kendaraan kecil yang berada di sebelah truk tersebut.

Ada lima mobil pribadi yang rusak, dua diantaranya ringsek masing-masing Mobil Suzuk Carry Pick Up bernomor polisi R 1731 JL yang dikemudikan Wahyudi (58) warga asal Jawa Tengah dan Toyota Avanza bernomor polisi DR 1078 UZ yang dikemudikan oleh M Said, warga asal Lombok Barat, ringsek dan hancur pada bagian depan. Bahkan mobil Pick Up milik Wahyudi sampai gepeng serta hancur dan nyaris tidak bisa dikendarai.
Tiga mobil lainnya yang juga rusak masing-masing Kijang Inova bernomor polisi AB 1922 HG yang dikemudikan Dominicus (30) warga asal Djogjakarta, Daihatsu Terios bernomor Polisi DK 1058 WP yang dikemudikan Vincensius Jingga asal Jembrana, dan mobil Suzuki Grand Vitara bernomor polisi DK 1183 LF. Ketiga mobil ini juga rusak, ada yang kaca samping belakangnya hancur dan ada pula yang bodinya penyok.

Nafsiah, sopir truk mengatakan, KMP Primera yang ditumpanginya itu berangkat dari Pelabuhan Lembar sekitar pukul 08.00 Wita, dan hampir tiga jam berlayar atau sekitar pukul 11.50 Wita, kapal yang ditumpanginya itu oleh ke kanan dan ke kiri karena dihantam gelombang tinggi.
“Kapalnya oleng ke kanan dan ke kiri pak. Nah, kejadiannya itu pas masuk Selat Lombok sekitar pukul 11.50 Wita. Saya pas ada dalam kendaraan, dan tiba-tiba truk saya terguling ke kiri,” ungkapnya.

Dia sendiri tidak mengalami luka berarti, hanya luka lecet. Namun truknya yang bermuatan karton tersebut menimpa dua mobil yakni Toyota Avanza dan Carry Pick Up hingga mobil tersebut ringsek dan hancur. “Sebelum berangkat sebetulnya saya sudah menanyakan kepada ABK kapal, kenapa kog truk saya tidak diikat biar aman? Namun ABK bilang: “Sudah pak gak apa-apa. Biarin aja seperti ini” jadi menurut saya ini kelalaian ABK kapal!” tudingnya.

Pemilik kendaraan Pick Up, Wayhudi tidak mau dimintai penjelasan soal kejadian yang membuat pick upnya hancur tersebut, namun pengemudi Toyota Avanza M. Said menuturkan jika saat itu memang terjadi gelombang tinggi yang membuat kapal yang ditumpanginya oleng. Kemudian terdengar suara ‘Braakkk’ namun dirinya tidak begitu menghiraukannya karena saat itu dia bersama tiga orang anaknya sedang tertidur di kabin penumpang.Dia mengaku kaget ketika kapal akan sandar dan begitu turun ke dek kendaraan, dia melihat mobilnya sudah hancur tertimpa truk tronton yang terguling tersebut.

Korban lainnya, Dominicus mengatakan saat itu gelombang cukup tinggi yakni sekitar 2-3 meter, dan terdengar suara ‘Braaakk’ dirinya baru sadar jika suara tersebut berasal dari truk yang terguling setelah kapal akan sandar di Dermaga II Padang Bai.
“Saya baru tau kalau mobil saya rusak pas mau naik ke mobil saya,” kesahnya.
Senada dengan Dominicus, Vincensius juga menyebutkan hal yang sama. Kini mereka menuntut ganti rugi atas kerusakan akibat kecelakaan dalam kapal tersebut. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak PT ASDP Padang Bai, ataupun dari pihak perusahaan kapal Ferry KMP Marina Primera terkait kejadian tersebut.

Ketika tiba dan sandar di Dermaga II Padang Bai sekitar pukul 12.30 Wita, pihak ABK KMP Primera dibantu para sopir truk langsung berusaha melakukan evakuasi truk yang terguling tersebut. Butuh waktu sekitar tiga jam sebelum akhirnya truk berhasil dibalikkan dan dikeluarkan dari dalam kapal bersama lima kendaraan pribadi yang ringsek dan rusak. (ags)

Pos terkait