TPU Karot Sudah Penuh, Bupati Hery Nabit Resmikan Tanah Makam Khusus Muslim Manggarai

kuburan muslim
Acara peresmian Tanah Pemakaman khusus kaum Muslim oleh Bupati Manggarai. (ist)

RUTENG | patrolipost.com – Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit meresmikan tanah pemakaman Muslim Manggarai yang berlokasi di Bahong Kecamatan Ruteng. Acara peresmian ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penanaman pohon beringin di lokasi, Minggu (27/11/2022).

Tanah makam yang baru ini akan digunakan umat muslim Manggarai sebagai “rumah masa depan”. Tanah makam baru diresmikan karena lokasi Pemakaman di Karot- Langke Rembong sudah padat dan melebihi kapasitas yang tersedia.

Bacaan Lainnya

Di hadapan umat muslim, Bupati Manggarai mengapresiasi dukungan dari para tokoh adat Gendang Bahong yang boleh menyerahkan lokasi tanah ini untuk dijadikan tanah pemakaman umat muslim Manggarai.

“Ucapan terima kasih kepada tua-tua adat Gendang Bahong. Yang dalam keterbatasan tanah ini mereka menyerahkan tanah ini untuk menjadi rumah masa depan komunitas muslim Manggarai,” jelas Bupati Hery Nabit.

Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh komunitas muslim Manggarai ini membantu dan meringankan kerja pemerintah di tengah keterbatasan anggaran sebagaimana sekarang ini. Selain itu, dikatakannya aktivitas ini adalah juga sebagai bagian dalam membangun kesatuan dalam keberagaman.

“Berkumpulnya kita hari ini juga untuk menguatkan kembali komitmen yang sudah dibangun antara komunitas Muslim Manggarai dengan masyarakat adat Gendang Bahong. Sehingga tidak ada pembicaraan baru lagi di beberapa tahun kemudian,” katanya.

Karena itu Bupati Manggarai berharap agar lokasi ini nantinya dijaga dan ditata dengan baik sehingga menjadi contoh bagi lokasi-lokasi lainnya yang dimiliki pemerintah.

Sementara itu, ketua Majelis Ulama Indonesia Manggarai, H Marrolah Abdulrahman mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Manggarai dan masyarakat adat Gendang Bahong untuk tanah makam bagi umat muslim ini. Hal ini sejalan dengan peran organisasi keagamaan MUI yang kehadirannya mengayomi umat muslim dengan berpedoman pada Trilogi Kerukunan.

Trilogi kerukunan itu adalah membangun kerukunan dengan pemerintah, membangun kerukunan dengan antar umat beragama dan membangun kerukunan internal umat beragama Islam.

“Terimakasih untuk ikhtiar ini, karena itu kita rawat dan jaga. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari proses perjalanan ibadah. Kita sesungguhnya berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Karena itu tak ada hal yang bisa menyombongkan diri kita,” tutur H Marolah.

Tersedianya tanah untuk pemakaman umat muslim ini merupakan hasil usaha dan swadaya umat muslim Manggarai. Tentu saja melalui komunikasi yang intens dengan para tua-tua adat dan masyarakat Gendang Bahong.  Hubungan baik ini diharapkan terus dipelihara sehingga akan terus berlangsung baik. (pp04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.