Tongkang Bermuatan Batubara di Celukan Bawang Semakin Miring, Batubara Sebagian Jatuh ke Laut

tongkang miring
Kapal tongkang bermuatan batubara dilepas pantai PLTU Celukan Bawang semakin miring setelah perusahaan yang didatangkan untuk menanganinya gagal mengembalikan posisi kapal tongkang. (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Upaya memperbaiki kapal tongkang bermuatan batubara di perairan Celukan Bawang tampaknya menemui jalan buntu. Tongkang bermuatan penuh batubara milik PLTU Celukan Bawang itu semakin miring akibat air semakin banyak memenuhi palka kapal. Bahkan sebagian batubara di atasnya sudah jatuh ke laut akibat kandas dan terhantam gelombang. Kondisi itu tentu semakin mengkhawatirkan perairan laut sekitarnya tercemar batubara.

Hingga Senin (22/) kapal tongkang milik PT Trans Buana Sejahtera itu masih teronggok dan terlihat semakin miring. Upaya memperbaikinya dengan mendatangkan pihak ketiga tak membuahkan hasil. PT BUTO Marine bermarkas di Bandung yang diminta untuk menangani kebocoran tongkang tampaknya sudah angkat tangan. Menurut sumber di tempat itu menyebutkan, kebocoran kapal tongkang sudah sangat parah mengakibatkan tongkang kandas dan sulit digerakkan.

Bacaan Lainnya

“Tampaknya perusahaan yang ditunjuk menangani tongkang kandas sudah angkat tangan. Tenggat waktu yang diberikan untuk menangani sudah terlewati. Kita khawatir jika tidak segera ditangani seluruh muatan batubara tumpah ke laut,” ucapnya.

Sebelumnya disebutkan, kapal tongkang bermuatan batubara di perairan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng dalam keadaan miring. Tingkat kemiringan tongkang batubara sudah dalam kondisi menghkhawatirkan dan sedang lego jangkar di sisi utara PLTU Celukan Bawang. Jika tidak segera diatasi  Batubara seberat 14 ton lebih itu terancam tumpah ke laut dan berpotensi mencemari laut utara Bali.

Atas kondisi itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang melayangkan surat peringatan kepada pemilik kapal melalui PT Baruna Yovi Utama yang merupakan perwakilan PT Trans Buana Sejahtera. Dalam suratnya KSOP memberikan teguran terhadap kandasnya Kapal BG.TBS 3301 yang mengangkut batubara untuk PLTU Celukan Bawang.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala KSOP Celukan Bawang I Made Oka SH menyebut kapal tongkang pengangkut batubara dalam kondisi kandas dan miring serta air telah menggenangi sebagian palka dan batubara sudah digenagi air laut. Disebutkan berdasar UU No.17/2008 pasal 226 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim, PT Baruna Yovi Utama yang merupakan perwakilan PT Trans Buana Sejahtera harus segera melakukan tindakan pencegahan tumpahan batubara yang menimbulkan pencemaran lingkungan maritim.

“Upaya yang dilakukan PT BUTO sejak tanggal 10 Agustus 2022 tidak membuahkan hasil, kami minta perusahaan penanggungjawab segera mengambil tindakan penyelamatan untuk mencegah dan penanggulangan pencemaran,” tegas Made Oka, Senin (22/8/2022).

Made Oka yang akan segera menemati pos barunya sebagai Kepala Syahbandar Gilimanuk Jembarana itu mengatakan, surat teguran tersebut telah dilayangkan melihat tidak ada kemajuan yang dilakukan setelah kapal tongkang tersebut kandas di perairan Celukan Bawang.

“Kami telah minta agar segera dilakukan upaya perbakan agar batubara segera bisa dievakuasi ke tempatnya sebelum benar-benar jatuh ke laut dan mencemari perairan sekitarnya,” tandas Made Oka.

Sebelumnya, kapal tongkang miring memuat batubara milik PLTU Celukan Bawang memantik khawatir aktivis LSM Gema Nusantara (Genus) Antonius Sanjaya Kiabeni. Secara khusus ia mendatangi lokasi miringnya tongkang batubara untuk memastikan kondisi sebenarnya. Anton mengatakan akibat tongkang miring potensi batubara akan tumpah ke laut sangat terbuka terlebih jika tidak segera dilakukan langkah penyelamatan.

“Batubara yang ada di atas tongkang miring mengeluarkan asap. Apa jadinya jika muatannya tumpah. Tentu tak bisa dihindarkan pencemaran parah akan terjadi. Biota laut dipastikan terganggu bahkan bisa mati,” kata Anton, Minggu (7/8) lalu. (625)

Pos terkait