TNI AL Gadungan Setubuhi dan Ploroti Harta 5 Janda

Tersangka Kusnan (tengah) memperdaya 5 janda dengan cara mengaku anggota TNI AL./ist

MOJOKERTO | patrolipost.com – Kusnan Ghobi alias Ali (29) tergolong pria tidak biasa. Kendati hanya kuli bangunan, tapi dia sukses memperdayai 5 orang janda ‘luar-dalam’. Modusnya, berpura-pura menjadi anggota TNI-AL dan memasang foto di aplikasi pencari jodoh Tan-tan.

Ulah culas warga Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini, berakhir setelah diringkus anggota Sat Reskrim Polres Mojokerto karena dilaporkan korbannya. Hebatnya lagi, salah satu korbannya adalah dosen di sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya.

Bacaan Lainnya

“Pelaku kita ringkus setelah salah satu korbannya berinisial TS melapor. Korban melapor setelah barang-barangnya seperti HP dan sepeda motor dilarikan pelaku sehabis mereka kencan di salah satu hotel di Kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Feby Hutagalung, Minggu (17/2/2020).

Menurut Feby, tersangka Kusnan Ghoibi ditangkap petugas Satreskrim Polres Mojokerto karena mengaku sebagai anggota TNI AL gadungan berdinas di Pangkalan Armada Timur Surabaya. Pelaku diringkus di kosannya di Kawasan Driyorejo, Kabupaten Gresik, 14 Februari 2020.

“Dalam pemeriksaan, ternyata terdapat lima korban perempuan lainya yang diperdayai tersangka. Bahkan, salah satunya berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya,” kata Feby Hutagalung.

Tersangka mengaku, awalnya ketemu korban sang dosen di Taman Dayu Pasuruan. Selanjutnya, tersangka berkali-kali mengajak korban kencan di hotel. Untuk meyakinkanya, korban diminta mengantar ke pangkalan TNI AL saat malam hari.

Dalam aksinya, pelaku tergolong rapi memanfaatkan media sosial, yakni memanfaat aplikasi pencari jodoh Tan-tan dengan memakai seragam anggota TNI AL lengkap. Sehingga, para korban tertarik dengan tersangka.

Kusnan sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan. Duda beranak satu ini pernah bekerja di proyek pembangunan di Lantamal V Surabaya. Di tempat itulah dia mulai terobsesi menjadi TNI AL gadungan. Karena sering melihat sosok prajurit yang gagah.

Pria yang akrab disapa Ali ini mempunyai perawakan tinggi dan tegap. Dia melengkapinya dengan pakaian ala TNI yang dia beli di Pasar Turi, Surabaya seharga Rp 700 ribu. Mulai dari sepatu lars TNI, satu setel baju loreng, jaket loreng, hingga rompi bertuliskan Kopaska TNI AL.

Kusnan lantas berfoto menggunakan pakaian tersebut. Fotonya itu dia pajang di akun Tantan miliknya. Yaitu aplikasi media sosial untuk mencari pasangan.

“Kenalan dengan korban di Tantan, tukeran Instagram, WhatsApp, kemudian ketemuan,” kata Kusnan kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (17/2/2020).

Untuk meyakinkan para korban kalau dirinya anggota TNI AL, Kusnan sengaja memakai sepatu PDL saat bertatap muka. Dia juga meminta para korban mengantarnya ke Lantamal V Surabaya agar terkesan benar-benar berdinas di tempat itu. Padahal dia hanya masuk ke lokasi proyek tempatnya bekerja yang kebetulan di dalam markas TNI AL tersebut.

Feby Hutagalung menambahkan, para janda yang diperdaya Kusnan, semuanya diploroti, tidak hanya barang-barang berharga, tapi juga kehormatannya. Mereka diiming-imingi akan dinikahi sehingga rela ditiduri, dan celakanya, barang-barang berharga mereka pun dicuri.

“Tersangka kita jerat dengan pasal berlapis 362, 378, dan 372 KUHP tentang pencurian, penipuan, dan penggelapan dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara,” tukas Feby. (807)

Pos terkait