Tabrak Polisi Saat Ditangkap, Pelaku Curanmor Ditembak Anggota Polsek KP3 Laut Benoa

tabrak polisi
Tersangka Syaprudin Muhamad Masir duduk di kursi roda saat dipamerkan kepada awak media di Mapolsek Benoa, Kamis (14/3/2024). (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Anggota Polsek KP3 Laut Benoa mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap seorang pencurian sepeda motor (curanmor), Syaprudin Muhamad Masir (46). Residivis dua kali, kasus senjata tajam dan curanmor ini ditembak polisi pada bagian kaki kanannya karena melakukan perlawanan dengan menabrak anggota polisi saat ditangkap di wilayah Denpasar Utara, Selasa (12/3/2024).

“Polisi memberikan tindakan tegas dan terukur (ditembak – red) karena pelaku melakukan perlawanan pada saat ditangkap. Terjadi aksi saling kejar – kejaran dan anggota kami ditabrak. Beruntung, anggota kami tidak kenapa – kenapa dan hanya sepeda  motor yang rusak,” ujar Wakapolresta Denpasar AKBP I Made Bayu Sutha didampingi Kapolsek Benoa Kompol I Wayan Sueca dan Kanit Reskrim Made Sena di Mapolsek KP3 Laut Benoa, Kamis (14/3).

Bacaan Lainnya

Penangkapan maling asal Tanggerang, Banten ini berkat dari laporan korban Tony Tjaidjadi (41). Selain mencuri satu unit sepeda motor, tersangka juga mengambil  empat buah handphone. Aksi pencurian itu bermula korban memarkir sepeda motornya jenis Honda New Beat warna hijau dalam keadaan kunci nyantol di depan Toko Citra Jalan Raya Pelabuhan Benoa Nomor 168 Denpasar Selatan,  Jumat (1/3) pukul 14.00 Wita. Sementara empat orang karyawannya menaruh empat buah handphone di teras toko itu.

“Waktu itu para korban sedang sibuk meladeni pembeli. Tidak lama berselang, pelaku datang dan mengambil sepeda motor pelapor serta handphone para karyawannya, lalu kabur. Akibat kejadian ini, para korban mengalami kerugian total dua puluh tujuh juta rupiah,” terangnya.

Mengetahui sepeda motor dan handphone hilang, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek KP3 Laut Benoa. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Kompol Sueca memerintahkan Tim Opsnal Reskrim Polsek Benoa yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Made Sena melakukan penyelidikan dan menganalisa rekaman CCTv di seputaran TKP.

Sueca mengatakan, pihaknya awalnya mendapat informasi terkait orang yang membeli HP seharga Rp1,5 juta dari pelaku dan mengamankannya pada Selasa (12/3). Berdasar informasi dari pembeli tersebut, polisi dapat mengantongi identitas pelaku pencurian. Hari itu juga pukul 23.55 WITA, Tim Opsnal berhasil menangkap Syaprudin di Jalan Kusuma Bangsa Denpasar Utara. Namun ia melawan dan terjadi kejar-kejaran. Bahkan sempat menabrak salah seorang anggota polisi menggunakan motor curian itu.  Beruntung polisi tersebut tidak terluka, hanya mengalami kerusakan pada kendaraannya. Maka dari itu, aparat melumpuhkan pelaku dengan menembak kakinya.

“Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku adalah residivis dua kali dalam kasus membawa sajam di Polres Badung pada 2017 divonis tujuh bulan. Dan kasus Curanmor di Serangan Polsek Densel pada 2018 dengan divonis satu setengah tahun,” urai Sueca.

Setelah menghirup udara bebas, ia sempat bekerja sebagai ABK di Pelabuhan Benoa, lalu menganggur. Motif utama ia mencuri karena faktor ekonomi. Selain itu karena dia melihat ada peluang untuk melakukan kejahatan karena kunci kontak sepeda motor masih nyantol.

“Saat kejadian, dirinya diduga hanya berjalan-jalan di Kawasan Plabuhan Benoa. Akan tetapi, yang bersangkutan melihat ada motor yang kuncinya nyantol serta beberapa handphone yang ditaruh tanpa pengawasan di TKP. Sehingga timbul niatnya untuk mencuri. Ia disangkakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pidana penjara paling lama lima tahun,” pungkasnya. (007)

Pos terkait