Setelah Menunggu Puluhan Tahun, Tiga Desa di Kintamani Akhirnya Dapat Layanan Air Bersih

nasuh muka
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat membasuh wajah dengan air yang baru dialirkan Perumda Air Minum Tirta Danu Arta di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, Kamis (12/5/2022). (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Penantian panjang  warga di tiga Desa yakni Suter, Abang Songan dan Abang Batudinding di Kecamatan Bangli dapat layanan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Danu Arta terkabulkan. Mengalirnya air ke tiga desa tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Acara peresmian pendistribusian perdana air bersih Perumda Air Minum Tirta Danu Arta berlangsung di Balai Serbaguna Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, Kamis (12/5/2022). Sebagi bentuk kegembiraan warga, peresmian tersebut kehadiran Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar disambut dengan tiga barung gong.

Perbekel Abang Batudinding I Made Diksa mengatakan untuk pemenuhan air bersih selama ini warga membeli air dari pedagang air. Tidak sedikit juga warga menampung air hujan. “Kalau hujan air ditampung untuk dimanfaatkan sehari-hari,” ujarnya.

Sedangkan jika membeli air, warga bisa mengeluarkan uang hingga Rp 200.000 lebih untuk sekali pembelian. Jumlah air yang diperoleh sekitar 5 meter kubik. Dalam sebulan warga bisa membeli 3-4 kali sesuai dengan kebutuhan.

“Bagi masyarakat yang mampu masih bisa membeli, kalau masyarakat yang tidak mampu saat musim hujan mereka menampung air hujan dalam bak penampungan,” ungkapnya.

Kata Made Diksa dengan masuknya layanan Perumda Tirta Danu Arta, pihaknya dan juga masyarakat sangat bersyukur. “Kami ucapkan Terima kasih kepada Bupati Bangli dan Perumda Tirta Danu Arta. Kini masyarakat di tiga desa bisa ikut menikmati air bersih seperti desa-desa lainnya,” ujarnya.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan bahwa air merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Karenanya dengan masuknya air Perumda Tirta Danu Arta ke daerah ini, pihaknya berharap taraf hidup dan perekonomian masyarakat di tiga desa ini lebih meningkat.

Bupati asal Desa Sulahan Kecamatan Susut Bangli ini mengakui saat ini distribusi air bersih di tiga desa baru dibuka tiga kali dalam sepekan. Namun pihaknya menegaskan akan terus berupaya agar distribusi air bersih bisa dinikmati masyarakat setiap hari.

“Tentunya ke depan akan dilanjutkan lagi dengan pendistribusian air ke rumah-rumah warga, sesuai perencanaan yang telah dibuat oleh Perumda,” ujarnya.

Disampaikan pula, ini merupakan wujud komitmen pemerintah Kabupaten Bangli dalam percepatan pembangunan di segala bidang. Untuk penuntasan distribusi air bersih ke rumah-rumah warga. Bahkan diterget layanan ke rumah sudah tuntas bulan Juni.

Dikatakan pula, pada tahun ini pihaknya juga berupaya mendistribusikan air bersih di 14 desa balik bukit, yang juga belum teraliri air bersih. “Pendistribusian air bersih ini dibackup pula dana DAK. Kini sudah ada pemenang tender. Nantinya untuk layanan di tiga Desa ini didukung sumber/Spam Pantunan,” ujarnya.

Di sisi lain Direktur  Perumda Air MInum Tirta Danu Arta , Dewa Gde Ratno Suparso Mesi mengatakan peresmian pendistribusian air bersih di tiga desa merupakan realisasi dari program jangkan pendek dan jangka panjang perusahaan. Disamping itu sebagai bentuk penjabaran dari visi misi pemerintah daerah dalam peningkatan dan pengembangan pelayanan air bersih pada masyarakat.

Kata Direktur yang akrab disapa Dewa Rono ini setelah dilakukan kegiatan Sistem Penyedian Air Minum (SPAM) yakni optimalisasi pompa Pebeni di Desa Catur Kintamani, pendistribusian air bersih bagi tiga desa yakni Desa Abang Batudinging, Desa Abang Songan dan Desa Suter bisa teraliasi.

Lanjut Dewa Rono dari tiga desa setidaknya dapat menjaring 1.600 pelanggan baru. Tentu pihaknya kini masih memikirkan pemasangan jaringan pipa distribusi untuk sambungan rumah yang panjangnya sekitar 12 kilometer.

”Kami masih butuh anggaran Rp 600 juta untuk membangun jaringan tersebut,” ujarnya.

Namun demikian pihaknya optimis di bulan Juni kegiatan pemasangan jaringan pipa  rampung dan air sudah bisa mengalir sampai rumah konsumen.

Sementara untuk layanan, kata Dewa Rono melihat kapasitas debit air pebini, baru bisa terlayani untuk tiga kali dalam seminggu. Pihaknya masih menunggu kegiatan SPAM Pantunan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku. Jika kegiatan SPAM Pantuan kelar maka air bisa dialihkan untuk menunjang pelayanan bagi tiga desa tersebut.

”Dengan suplay air dari sumber mata air Pantunan maka layanan untuk desa Suter, Abang Batudingding dan Abang Songan ke depan  dilakukan 24 jam selama tujuh hari dalam seminggu,” ujar Dewa Rono. (750)

Pos terkait