Separatis di Papua Teror Pemerintah, Ribuan Warga Minta Perlindungan

papua 9999
Ribuan warga mengungsi mencari tempat aman di Sugapa, Intan Jaya. (ist)

JAYAPURA | patrolipost.com – Kelompok separatis teroris (KST) kembali melakukan pembakaran di Intan Jaya, Papua. Kali ini sasarannya adalah dua bangunan milik Pemda Intan Jaya.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, pembakaran itu merupakan peringatan kepada semua pejabat Pemda Intan Jaya agar semua segera melepas jabatan dinasnya.

Sebby mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari pasukan di lapangan bahwa terjadi baku tembak dengan TNI dan Polri pada Selasa (2/11) di Intan Jaya. Dia mengklaim, tidak ada seorang pun anggota TPNPB-OPM yang menjadi korban. Sebaliknya, menurut dia, pasukannya berhasil melukai beberapa personel TNI-Polri.

Dia menerangkan, aksi pembakaran bangunan milik Pemda Intan Jaya dilakukan setelah baku tembak tersebut. ’’Kami juga sempat bertemu dengan pejabat Intan Jaya,’’ terangnya.

Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar menuturkan, kelompok teroris semacam itu memang biasa menebar teror kepada pejabat daerah. Tujuannya, mendapat dukungan. Bentuk dukungan bisa banyak hal. Termasuk bantuan dana. Karena itu, sebaiknya pemerintah memberikan perlindungan kepada setiap pejabat di daerah konflik. ’’Jangan sampai tujuan kelompok teroris tercapai dalam meneror pejabat daerah,’’ urainya.

Beberapa waktu lalu, sempat terdengar kabar adanya pejabat yang disebut mendanai KST. Dia menuturkan, bisa jadi semua itu dilakukan karena ada ancaman dari KST. ’’Ini harus diwaspadai,’’ ujarnya.

Pantauan, aktivitas warga di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, belum normal setelah kontak senjata antara TNI-Polri dan TPNPB yang menewaskan seorang balita. Hingga kemarin, ribuan warga Intan Jaya masih mengungsi di kantor polisi, markas TNI, dan rumah-rumah ibadah.

Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro mengakui bahwa aktivitas warga di Sugapa belum normal. Kendati demikian, situasi masih terkendali. ’’Sudah ada pertemuan dengan bupati Intan Jaya dan Forkopimda lainnya. Bupati sudah tiba di Intan Jaya dan membagikan bantuan kepada masyarakat,” ucap Danrem, Rabu (3/11).

Danrem juga menjelaskan bahwa kios milik pedagang di Sugapa belum buka. Bupati sendiri sudah memperbolehkan pedagang pinang dan lainnya tetap berjualan. ’’Di pasar belum normal. Semoga di Intan Jaya suasananya lebih baik dengan kehadiran bupati,” harap Danrem. (305/jpc)

Pos terkait