Selama Covid-19 Pemedek Sepi, Kera Bergerombol Masuk Pura Goa Lawah

Objek wisata Goa Lawah/Ist.

SEMARAPURA | patrolipost.com – Setelah pandemic Covid-19 menghantam Bali, Pura Goa Lawah, di Desa Pesinggahan Klungkung yang biasanya didatangi ribuan pengayah setiap hari, kini sepi.  Kondisi itu dimanfaatkan kawanan kera masuk ke lingkungan Pura Goa Lawah untuk mencari makan. Kawanan kera itu diduga turun dari habitat mereka di sekitar Bukit Tengah, ke areal Pura Goa Lawah, kemungkinan karena kehabisan sumber makanan di habitat asli mereka.

Pengayah yang juga Pengurus Pura Goa Lawah I Putu Juliadi, ditemui Senin (4/5/2020) menjelaskan, semenjak pandemi Covid-19 kunjungan warga maupun wisatawan ke Pura Goa Lawah sangat lenggang. Padahal Pura Goa Lawah sebelumnya menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai didatangi pengayah maupun wisatawan.

Bacaan Lainnya

Saat ini, kata Putu Juliadi, hanya sesekali ada pemedek yang datang untuk bersembahyang ke Pura Goa Lawah. Itu pun tidak banyak, hanya beberapa keluarga saja.

“Sedangkan wisatawan, benar-benar nihil. Sebab, semua objek wisata kan masih ditutup sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu pada saat sepi pemedek dan kunjungan wisatawan, populasi kelelawar yang menjadi ikon di pura tersebut tetap hiruk pikuk memenuhi Goa Lawah. Keberadaan kelelawar ini ditambah lagi dengan banyak kera yang turun ke Pura Goa Lawah. Kera itu turun dari atas bukit sampai ke areal pura untuk mencari makanan. Para pengayah pun harus berjaga, agar kera itu tidak merusak pelinggih atau ornamen pura lainnya.

“Kawanan kera  turun ke area pura untuk cari makanan. Kemungkinan di habitatnya sumber makanan kian berkurang. Bahkan kera juga sampai ke rumah saya,” beber Putu Juliadi yang kebetulan bertempat tinggal tidak jauh dari Pura Goa Lawah tersebut.

Menurut Putu Juliadi dirinya sudah mengingatkan para pengayah maupun pemangku tetap beraktivitas seperti biasa di Pura Goa Lawah. Mereka selalu siaga, untuk melayani para pemedek jika ada yang datang bersembahyang.

Di sisi lain para pedagang souvenir dan pedagang canang serta makanan di sekitar area Pura Goa Lawah, saat ini juga kena imbas Covid-19. Mereka banyak yang tidak berjualan, dan beralih profesi mencari penghasilan di bidang lainnya.

“Para pedagang souvenir maupun dagang canang semua beralih pekerjaan saat ini. Ada yang jadi jual sate ayam, ada yang nelayan. Mereka harus mendapatkan penghasilan untuk bisa bertahan hidup,” sebutnya.

Putu Juliadi yang juga tokoh masyarakat di Desa Pesingahan ini, meminta masyarakat menjadikan pandemi Covid-19 ini untuk menyederhanakan pikiran. Tumbunkan sikap tolong menolong antar sesama.

“Sudah saatnya kita ambil hikmah dari ini semua. Tumbuhkan sikap tolong-menolong. Ini saya lihat sudah mulai dilaksanakan di Desa Pesinggahan. Jika ada yang sebatang kara dan miskin, Kadus tidak boleh menutup mata. Pemerintah harus memprioritaskan bantuan ke masyarakat yang demikian,” pungkasnya. (855)

Pos terkait