Satgas Covid-19 Denpasar: Masih Banyak OTG-GR Berkelit dan Menolak Lakukan Isoter

Penjemputan masyarakat yang akan melakukan isoter. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Dalam mempercepat penanganan pandemi Covid-19, pemerintah mewajibkan OTG-GR untuk melakukan isolasi terpusat (Isoter). Namun tidak dapat dipungkiri, masih ditemukannya masyarakat yang menolak atau berkelit dengan berbagai macam alasan saat hendak diajak ke tempat Isoter. Hal ini dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Kota Denpasar Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi, Minggu (1/9/2021).

“Di lapangan masih ditemui ada beberapa masyarakat yang tidak mau dibawa ke Isoter dengan berbagai alasan, mulai dari rumah kosong hingga memiliki hewan piaraan,” ujar Dewa Rai.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, Dewa Rai mengatakan Satgas tidak akan serta merta menerima alasan tersebut. Pihaknya memaparkan, apabila di rumah tersebut masih ada kerabat yang bisa melakukan pemeliharaan terhadap hewan piaraan, maka yang bersangkutan akan tetap dibawa ke Isoter.

“Kalau misalnya memang sendiri, kami pertimbangkan misalnya kelayakan rumahnya, bagaimana lingkungan sekitar, apakah padat atau tidak. Jika memungkinkan baru kami izinkan dengan pengawasan dari Satgas,” katanya.

Sampai saat ini, pihaknya menuturkan masih ada puluhan warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Dimana yang dominan melakukan isoman adalah usia lanjut dan anak-anak yang memang membutuhkan pendampingan.

“Lansia yang sudah lanjut dan membutuhkan pelayanan lebih kami izinkan Isoman, begitupula anak-anak kami izinkan,” jelas Dewa Rai.

Namun, meskipun diizinkan untuk melakukan Isoman, akan tetap diawasi oleh Satgas di masing-masing wilayah. Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Isoman juga diberikan bantuan sembako yang disalurkan Dinas Sosial melalui desa/kelurahan. Selain itu, Kota Denpasar kini telah menyiapkan sebanyak 8 tempat Isoter. (cr02)

Pos terkait