page hit counter
www.patrolipost.com
15:53 WITA - Setahun Buka Layanan di MPP Badung, PLN Raih Penghargaan Bupati 15:17 WITA - Wakapolda Bali Cek Gudang Senjata di Mako Brimob 09:49 WITA - Presiden Jokowi Shalat Minta Hujan di Masjid Lanud Roesmin Nurjadin 09:38 WITA - Tiba di Pekanbaru, Jokowi Pimpin Rapat Penggulangan Karhutla 08:13 WITA - Kadis Peternakan Minta Masyarakat Sadar Rabies 08:04 WITA - Mobil Terbalik di Kintamani, Pasutri WN Australia Cidera
Kerauhan, Pepatih Hunjamkan Keris ke Dada

Minggu, 11/08/2019 - 22:14:43 WITA
Pepatih menghunjamkan keris ke dadanya
TERKAIT:
 
  • Kerauhan, Pepatih Hunjamkan Keris ke Dada
  •  
    DENPASAR | patrolipost.com - Tradisi Ngerebong di Desa Pakraman Kesiman masih tetap lestari hingga sampai saat ini. Hal ini dibuktikan dengan masih tetap melaksanakan tradisi dari turun temurun ini di Pura Penataran Agung Petilan Kesiman, Minggu (11/8).

    Pantauan di lapangan, tepat pukul 14.00 Wita, krama se-Desa Pakraman Kesiman dari masing-masing banjar dan pura dengan membawa pralingga terlebih dulu ke Pura Musen untuk nunas pesucian yang dilanjutkan berbalik arah menuju  Pura Penataran Agung Petilan Kesiman untuk persembahyangan. Setelah melakukan rangkaian persembahyangan, acara puncak yang dinanti-nanti pun dilakukan, yakni tradisi Ngerebong.

    Tepat pukul 16.30 Wita, pralingga berupa rangda, barong dan para pepatih pun kerauhan (kesurupan). Bahkan para pepatih yang kerauhan itu, tak hanya laki-laki saja, perempuan pun banyak yang kerauhan. Rangda, barong dan puluhan pepatih yang kerauhan ini, langsung dibawa ke luar dari dalam areal pura. Mereka mengitari Wantilan Pura Penataran Agung Kesiman (maider bhuwana) ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) yang biasanya dilakukan sebanyak tiga kali.

    Dalam kesurupan itu, para pepatih laki-laki melakukan ’ngurek’ (menusukkan keris) ke bagian dada dan ada yang teriak-teriak, serta menari-nari. Tajamnya keris itu, tak sedikit pun mengiris dada para pepatih. Padahal mereka ini menusukkan keris dengan sekuat tenaga.

    Salah satu Mangku Pura Kahyangan Bajangan, Kesiman, Made Karda, mengatakan Ngerebong merupakan tradisi krama Desa Adat Kesiman yang dilakukan setiap enam bulan sekali tepatnya di Redite Medangsia.

    “Saat ngerebong yang paling pokok, yaitu upacara maider bhuwana sebanyak tiga kali kearah kiri (balik arah). Maider bhuwana ini untuk mensucikan jagat atau ngerebu gumi (membersihkan tanah atau pertiwi),” tandasnya. (yan)




     
    Berita Lainnya :
    Setahun Buka Layanan di MPP Badung, PLN Raih Penghargaan Bupati
    Wakapolda Bali Cek Gudang Senjata di Mako Brimob
    Presiden Jokowi Shalat Minta Hujan di Masjid Lanud Roesmin Nurjadin
    Tiba di Pekanbaru, Jokowi Pimpin Rapat Penggulangan Karhutla
    Kadis Peternakan Minta Masyarakat Sadar Rabies
    Mobil Terbalik di Kintamani, Pasutri WN Australia Cidera
    Pesta Ganja di EC Karaoke, 6 Bule Inggris Digelandang ke Mapolda Bali
    Pilkel Digoyang Isu Money Politic, Ini Kata Bupati Bangli
    Tebang Pohon di Hutan Lindung Lokapaksa, Tujuh Orang Jadi Tersangka
    Bobol Dua Toko di Jembrana, Residivis Lintas Pulau Didor Polisi
    Boat Dihantam Ombak di Perairan Devil Tear Nusa Penida, Dua Turis Meninggal
    Golkar Bali Berduka, Istri Plt Ketua DPD I Gde Sumarjaya Linggih Meninggal Dunia
    Penjualan Daihatsu Meningkat di Bulan Agustus
    Lenovo V130-14 Bidik Pasar Pelaku UKM
    Kecanduan Gadget, Awas Carpal Tunnel Syndrome
    Gelar Pameran di MBG, Mitsubishi Kenalkan Tiga Produk Teranyar
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Polisi Asal Bangli yang Dinas di Madura, Bunuh Diri dengan Cara Tembak Kepala Sendiri
    2   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    3   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    4   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya
    5   Ribut di Arena Tajen, Kadek Nadi Kena Tebasan Golok
    6   Oaala! Ternyata Siswi SMK Bangli Itu Dilarikan Pria Beristri