page hit counter
www.patrolipost.com
17:46 WITA - Enam Bule Inggris Pesta Narkoba, Hanya Satu Jadi Tersangka 15:53 WITA - Setahun Buka Layanan di MPP Badung, PLN Raih Penghargaan Bupati 15:17 WITA - Wakapolda Bali Cek Gudang Senjata di Mako Brimob 09:49 WITA - Presiden Jokowi Shalat Minta Hujan di Masjid Lanud Roesmin Nurjadin 09:38 WITA - Tiba di Pekanbaru, Jokowi Pimpin Rapat Penggulangan Karhutla 08:13 WITA - Kadis Peternakan Minta Masyarakat Sadar Rabies
Bayi Idap Kelenjar Getah Bening Menunggu Uluran Tangan Dermawan

Selasa, 13/08/2019 - 22:42:48 WITA
Bayi Gede Fendi Pratama Wijaya Putra bersama kedua orangtuanya.
TERKAIT:
 
  • Bayi Idap Kelenjar Getah Bening Menunggu Uluran Tangan Dermawan
  •  
    SINGARAJA | patrolipost.com - Bayi bernama Gede Fendi Pratama Wijaya Putra, asal Banjar Dinas Purwa, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, benar-benar malang. Sejak dalam kandungan ia sudah didiagnosis mengidap penyakit bengkak pada pipi kiri yang oleh petugas medis disebut kelainan kelenjar getah bening.

    Terpaksa hari-hari Wijaya Putra dilalui tanpa kepastian karena ketidakmampuan orangtuanya membiayai pengobatan. Sejak keluar dari RSUP Sanglah, Denpasar dua pekan lalu, setelah lahir melalui operasi cesar, bayi malang ini belum tersentuh perawatan medis. Orangtuanya tak mampu membawanya berobat, selain tergolong kurang mampu, mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.

    Ironisnya, mereka belum memiliki Kartu Keluarga (KK) yang menjadi syarat dasar untuk mengurus administrasi kependudukan.

    Adalah pasangan muda Komang Yobi Suarjaya (21) dan Tati Umiyati (21), dua pekan lalu melahirkan putra pertamanya di RSUP Sanglah. Pilihan melahirkan di rumah sakit itu setelah dalam masa kehamilan ditemukan kelainan pada struktur pipi bayi. Ada benjolan pada pipi kiri dan itu terlihat saat dilakukan ultrasonografi (USG) pada usia kehamilan 5 bulan. Oleh bidan yang merawat kehamilan Tati, diberi catatan dalam buku kontrol kehamilan terkait kondisi bayi tersebut.

    Tiba waktunya melahirkan, Tati bersama Komang Yobi sempat mendatangi sejumlah klinik bersalin maupun Rumah Sakit Pratama Tangguwisia, Kecamatan Seririt, dengan maksud untuk persalinan. Namun semua layanan untuk ibu hamil yang didatangi menolak  membantu persalinan, padahal usia kehamilan Tati sudah mencapai 9 bulan lebih.

    "Ada catatan dalam buku kontrol kehamilan anak saya yang menerangkan kondisi bayi dalam kandungan, sehingga semua yang didatangi menolak untuk menangani kelahiran istri saya," tutur Komang Yobi, Selasa (13/8).

    Menurut petugas medis, bayinya mengalami kelainan sejak dalam kandungan akibat terinfeksi bakteri tertentu sehingga berimbas pada perkembangan bayi.

    Karena sudah berada pada titik kritis, akhirnya Komang Yobi membawa istrinya ke RSUP Sanglah, Denpasar untuk dilakukan tindakan medis. Benar saja, usai dilakukan operasi cesar, memang terlihat ada benjolan cukup besar pada pipi kiri bayinya.

    "Oleh dokter yang menangani, saya diminta pulang dulu untuk mempersiapkan tindakan medis lebih lanjut bagi bayi karena memerlukan biaya cukup besar," ujarnya.

    Bahkan, disarankan untuk mencari jaminan kesehatan berupa BPJS atau KIS mengingat biaya pengobatan anaknya diperkirakan sangat besar. Sayang, setelah hampir dua pekan kembali ke rumah, Komang Yobi belum menemukan solusi terkait kondisi keluarganya. Ia tidak tahu cara mendapatkan layanan jaminan kesehatan mengingat keterbatasan kemampuannya.

    Berhari-hari ia mencoba meminta bantuan agar secepatnya memiliki kartu jaminan kesehatan supaya bayinya segera mendapat perawatan, namun gagal. "Dua minggu sejak keluar dari rumah sakit, anak saya belum tersentuh tindakan medis. Hanya diberikan ASI dan beruntung tidak rewel," katanya dengan raut sedih.

    Titik terang mulai didapatkan setelah sejumlah anak muda karang taruna Desa Pengastulan turun tangan membantu. Mereka menelusuri penyebab lambannya Komang Yobi memperoleh layanan administrasi kependudukan. Bersama Kepala Dusun Purwa, Ketut Sawir, mereka berupaya menyelesaikan keperluan sang bayi agar secepatnya mendapat perawatan medis.

    "Kita masih urus administrasinya, mulai KK ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta ke Dinas Sosial Buleleng, mudah-mudahan cepat clear," ujar Sawir, dibenarkan Putu Widiyasmita, Ketua Karang Taruna Puspita Samudra, Desa Pengastulan.

    Sambil menunggu kelarnya proses administrasi, rencananya bayi malang Gede Fendi Pratama Wijaya Putra akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis mengingat benjolan pada pipi kirinya makin mengkhawatirkan.

    "Ini bersifat emergency, makanya kita akan bawa dulu ke rumah sakit sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari petugas medis," tandas Putu Widiyasmita. (war)




     
    Berita Lainnya :
    Enam Bule Inggris Pesta Narkoba, Hanya Satu Jadi Tersangka
    Setahun Buka Layanan di MPP Badung, PLN Raih Penghargaan Bupati
    Wakapolda Bali Cek Gudang Senjata di Mako Brimob
    Presiden Jokowi Shalat Minta Hujan di Masjid Lanud Roesmin Nurjadin
    Tiba di Pekanbaru, Jokowi Pimpin Rapat Penggulangan Karhutla
    Kadis Peternakan Minta Masyarakat Sadar Rabies
    Mobil Terbalik di Kintamani, Pasutri WN Australia Cidera
    Pesta Ganja di EC Karaoke, 6 Bule Inggris Digelandang ke Mapolda Bali
    Pilkel Digoyang Isu Money Politic, Ini Kata Bupati Bangli
    Tebang Pohon di Hutan Lindung Lokapaksa, Tujuh Orang Jadi Tersangka
    Bobol Dua Toko di Jembrana, Residivis Lintas Pulau Didor Polisi
    Boat Dihantam Ombak di Perairan Devil Tear Nusa Penida, Dua Turis Meninggal
    Golkar Bali Berduka, Istri Plt Ketua DPD I Gde Sumarjaya Linggih Meninggal Dunia
    Penjualan Daihatsu Meningkat di Bulan Agustus
    Lenovo V130-14 Bidik Pasar Pelaku UKM
    Kecanduan Gadget, Awas Carpal Tunnel Syndrome
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Polisi Asal Bangli yang Dinas di Madura, Bunuh Diri dengan Cara Tembak Kepala Sendiri
    2   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    3   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    4   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya
    5   Ribut di Arena Tajen, Kadek Nadi Kena Tebasan Golok
    6   Oaala! Ternyata Siswi SMK Bangli Itu Dilarikan Pria Beristri