Putri Koster: Perpustakaan Digital Menjadi Platform Bermanfaat untuk Anak-anak

putri koster14
Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Koster dalam acara Sosialisasi Perpustakaan Digital (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Ketua TP PKK yang juga sebagai Bunda PAUD Provinsi Bali Putri Suastini Koster membuka perpustakaan digital ‘BukuAku’, di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar, Jumat (1/9/2023).

Kegiatan yang diisi dengan tanya jawab serta bernyanyi bersama anak anak PAUD, TK melalui zoom, mengangkat tema ‘Perpustakaan Digital: Rumah bagi Pencari Ilmu’.

Bacaan Lainnya

Dalam perpustakaan digital itu terdapat ribuan judul buku bacaan. Menurutnya, perpustakaan digital menjadi platform yang bermanfaat untuk anak-anak memperoleh buku bacaan yang berkualitas sesuai usia mereka.

“Perpustakaan digital sangat bermanfaat untuk para guru mendapatkan buku bacaan. Mengingat, pengajar PAUD, TK dan SD lebih berat. Tidak saja mentransfer ilmu pengetahuan tapi juga mendidik, membimbing serta membentuk karakter anak,” kata pendamping orang nomor satu di Bali itu.

Ketua TP PKK Provinsi Bali itu juga mengingatkan sisi negatif media sosial. Sehingga, orangtua dan guru perlu mendampingi dan mengawasi anak-anak saat menggunakan media sosial.

“Ambil yang positif, tapi jangan ikut eforia kalau memang tidak bermanfaat untuk kehidupan kita,” ujarnya.

Sosialisasi Perpustakaan Digital yang dilakukan secara hibrid menghadirkan tiga narasumber yakni, Dhenok Kristianti yang merupakan kurator, editor dan penulis. Ayunda Pravitanova dan Jessica Luvina dari School Relation Manager.

Dhenok Kristianti menekankan pentingnya mendongeng bagi anak-anak. Dongeng menanamkan pengetahuan, nilai moral, serta meningkatkan kemampuan berbahasa dan mengasah imajinasi.

“Satu hal yang harus diperhatikan dalam mendongeng adalah memilih dongeng agar disesuaikan dengan kemampuan anak serta menjelaskan hal-hal yang kurang dimengerti,” kata Dhenok.

Sementara, narasumber Ayunda Pratinova menambahkan, literasi di Indonesia masih sangat rendah di tingkat 62 dari 73 negara pada tahun 2109. Kondisi yang mempengaruhi rendahnya literasi disebabkan karena kurangnya buku bacaan yang menarik dan mudah dipahami.

Dengan adanya perpustakaan digital ‘BukuAku’, bacaan yang dibutuhkan untuk anak usia 2-14 tahun dapat mengakses dan memilihnya dengan mudah. (pp03)

Pos terkait