Pol PP Bangli Turun Dampingi Pembongkaran Bangunan di Kintamani

pendampingan
Petugas Pol PP turun lakukan pendampingan serangkaian kegiatan fisik pendistrian kawasan wisata Kintamani. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Petugas Pol PP turun lakukan pendampingan terkait pembongkaran bangunan  yang terkena imbas dari kegiatan fisik  pendistrian jalan di Kintamani, Sabtu (3/12/2022). Hasilnya ada beberpa pemilik usaha yang belum sepakat lahannya terkena kegiatan pendistrian.

Kepala Sat Pol PP Bangli, Dewa Agung Suryadarma saat dikonfirmasi mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan pemerintah bisa berjalan dengan lancar sehingga pembangunan bisa selesai sesuai target.

Bacaan Lainnya

”Pemerintah daerah lakukan kegiatan pendistrian tiada lain bertujuan melakukan penataan kawasan wisata Kintamani,” ujar Agung Suryadarma, Minggu (4/12/2022).

Sebut Agung Suryadrama, dalam pendampingan ditemui kendala maka pihaknya akan mencarikan solusi terbaik agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Pihaknya tidak kaku dalam menerapkan aturan, yang terpenting sesuai dengan regulasi yang ada.

“Memang ada di beberapa titik pembanguan belum ada kesepakatan dengan pemilik usaha,” tegas pejabat asal Puri Susut ini.

Agung Suryadarma menyebutkan, beberapa permasalahan yang ditemukan di lapangan, diantaranya pemilik usaha setuju lahan yang diambil untuk pendestrian hanya 1 meter, padahal lebar pendistrian 1,5 meter. Selain itu ada pemilik yang mengaku tidak memilki dana untuk menggeser tempat suci (Pelinggih dan Tugu Karang) yang terkena imbas pembanguan pendistrian.

“Bagi mereka yang belum sepakat nanti akan diundang untuk rapat koordinasi dengan melibatkan kepala desa setempat, Camat dan Dinas PUPR Perkim,” ungkapnya.

Di sisi lain Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan Pendestrian Kawasan Penelokan Kintamani, Dede Agusta Sastra Yana mengatakan, proses pembanguan pendestrian sudah dimulai sejak tiga minggu lalu. Kegiatan ini menyasar ruas jalan dari pertigaan Culali sampai pertigaan Penelokan dengan panjang hampir 4,135 Km. Kegiatan dengan anggaran Rp 9,5 miliar lebih ini sudah harus tuntas per 25 Desember 2022 nanti.

”Karena waktu pengerjaan sangat singkat maka pengerjaan dilakukan sampai lembur hingga malam hari, melihat progres kami yakin kegiatan bisa tuntas tepat waktu,” jelas Dede Agusta. (750)

Pos terkait