Petugas Pemakaman Jenazah Covid, Dikejar-kejar Warga

Puluhan warga merebut paksa jenazah Covid-19 dan membakar peti jenazah tersebut. (ist)

SURABAYA | patrolipost.com – Puluhan warga Bondowoso merebut paksa jenazah Covid-19. Mereka kemudian membuka peti, memandikan, menyalatkan, lalu memakamkan dengan cara normal. Padahal, jenazah merupakan pasien Covid-19.

Demi keselamatan, petugas pun kabur menyelamatkan diri dari amuk massa. Langkah tersebut terpaksa dilakukan karena massa sudah terkonsentrasi di sekitar mobil yang ditumpangi. Bahkan, massa sambil berteriak-teriak tampak beringas.

“Saya bersama tim akhirnya kabur menyelamatkan diri,” tutur salah seorang anggota tim pemulasaraan Satgas Covid-19 Bondowoso, Kustari, Sabtu (17/7/2021).

Kustari menyebutkan, kejadian itu memang tidak pernah diduganya sebelumnya. Secara mendadak, warga sudah mengelilingi mobil ambulan dan mobil tim pemulasaraan yang memang akan memakamkan jenazah.

“Untung saya dimasukkan ke rumah salah seorang warga sini. Hingga massa emosinya mereda. Saya lalu dihardik untuk segera meninggalkan lokasi,” imbuh Kustari, yang mengaku sejak pandemi memang jadi tim pemakam pasien Covid-19.

Informasi diperoleh, amuk massa memang menyasar mobil ambulan dan tim pemakam Covid-19 Satgas. Massa bukan cuma merebut paksa jenazah yang sudah dipeti. Tapi juga mengejar tim pemakaman.

Sebelumnya, puluhan warga di Bondowoso melakukan aksi perebutan paksa dari jenazah pasien Covid-19. Mereka kemudian membuka peti, memandikan, menyalatkan, lalu memakamkan dengan cara normal. Padahal, jenazah memang merupakan pasien Covid-19. Bahkan, mereka juga langsung membakar peti jenazahnya.

Kejadian perebutan paksa tersebut terjadi di Desa Kemirian, Tamanan, Bondowoso, Jumat (16/7/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pasien meninggal yakni P. Anis (45), warga desa setempat. (305/dtc)

Pos terkait