Peternak Unggas Labuan Bajo Pasarkan Daging Ayam secara Online

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat, Drh Theresia Primadona Asmon.

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, NTT melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mendorong peternak unggas Labuan Bajo menjual daging ayam secara online. Inovasi itu dilakukan untuk menyiasati anjloknya penghasilan peternak sejak pandemic Covid-19.

“Penjualan daging ayam secara online ini diharapkan menjadi solusi bagi para peternak hewan unggas yang ada di Labuan Bajo dalam memasarkan hasil olahan ternak mereka yang sempat terhambat selama pandemi Covid-19,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat, drh Theresia Primadona Asmon kepada patrolipost.com.

Bacaan Lainnya

Theresia mengatakan, hingga saat ini solusi penjualan daging secara online ini mampu menjangkau para konsumen dan menghasilkan permintaan yang begitu tinggi. Hal ini juga mampu memberikan penghasilan yang baik bagi para peternak unggas.

“Sejak 31 Maret 2020 kami sudah menjual daging ayam murah secara online. Jadi selama pandemi Covid-19 ini kami bekerjasama dengan para peternak ayam broiler yang biasanya menjual produk mereka di pasar dengan kisaran harga Rp 45-50 ribu. Namun saat ini kami bekerjasama memasarkan produk mereka secara online dengan harga murah dan dilengkapi dengan sistem delivery yang tentunya juga memperhatikan sisi pengemasan yang sesuai standard yang ASUH (Aman, Sehat Utuh dan Halal) saat diterima oleh konsumen,” jelas Drh Theresia saat ditemui di klinik labolatorium Kesehatan Hewan Mabar, Senin (27/4/2020).

Lanjut Theresia, awal mula adanya penjualan daging secara daring ini berawal dari keluhan para peternak yang mengeluhkan turunnya pendapatan mereka secara drastis selama wabah Covid-19 mulai melanda.

“Ini berawal dari keluhan peternak unggas, biasanya permintaan bisa mencapai ratusan kilo, namun sejak Covid-19 melanda, permintaan mulai turun drastis. Mereka juga kesulitan memasarkan produk mereka di tengah situasi wabah Corona ini. Maka dari itu kami mengundang seluruh peternak di area Labuan Bajo untuk secara bersama membahas kesulitan ini,” kata Theresia.

Adapun mekanisme penjualan daging online murah ini memanfaatkan laman Fanpage Facebook Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mabar. Mulai dari promosi, pemesanan hingga nomor kontak setiap peternak yang sudah siap mengantarkan pesanan sesuai permintaan.

Proses pendataan para peternak, pendaftaran pemesanan daging online, pendataan stok daging, proses penimbangan dan edukasi cara pengemasan juga dibantu oleh Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar. Selain itu, Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar juga membagi jadwal bagi setiap peternak dalam memasarkan produk mereka. Penjadwalan tersebut tentunya memperhatikan ketersediaan stok daging yang bisa disupply oleh para peternak itu sendiri.

“Setiap peternak pun akan dijadwalkan. Jika hari ini laporan stok ayam hampir habis, Sementara permintaan tinggi, kami akan info lagi ke semua peternak yang siap dan mau. Selain itu daging tersebut juga harus memenuhi standard. Selain daging ayam, kami juga menyiapkan daging yang lain,” lanjut Theresia.

Penentuan harga merupakan hasil kesepakatan bersama sesama peternak. Harga yang ditentukan juga memperhatikan aspek untung rugi para peternak serta kemampuan daya beli masyarakat. Adapun harga yang disepakati untuk daging ayam adalah Rp. 35.000/kg. Sementara penjualan itu sendiri berlangsung pada hari Rabu dan Sabtu setiap minggunya.

Saat ini, penjualan daging ayam online murah ini masih mampu melayani para konsumen di seputaran wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya. Namun Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar juga tetap melakukan pendataan bagi setiap peternak yang berada di luar area Labuan Bajo.

“Sayangnya kami belum bisa melayani masyarakat yang di tiap kecamatan. Masih belum. Tapi Kami masih tetap berusaha melakukan identifikasi jika ada stok di masyarakat. Jadi jika nanti ada yang mau buat program di tiap kecamatan, tinggal nanti bisa menggunakan data yang kami punya,” lanjutnya.

“Di tengah situasi pandemik Covid-19 ini, peternak perlu kita selamatkan. Kita harus memikirkan bagaimana caranya mereka tidak berhenti berproduksi. Karena Jika itu terjadi kita pasti akan mengalami kelangkaan daging dan lebih parahnya, usaha dan mata pencarian mereka akan hilang,” tutur Theresia.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan saat ini juga telah mengajukan permohonan kepada Dinas Sosial Mabar terkait penambahan item bantuan sembako yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat. Theresia berharap, daging dapat juga ditambahkan menjadi salah satu item bantuan sembako tersebut walaupun bobot dagingnya nanti bisa disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Jadi selain telur, mungkin bisa ditambahkan daging juga, agar kebutuhan gizi masyarakat juga terpenuhi selama masa Covid-19 dan di tengah bulan puasa ini,” tutup Theresia. (334)

Pos terkait