Perumda Tirta Danu Arta Bangli Manfaatkan PLTS

cek l;okasi pemasangan plts
Survei lokasi pemasangan PLTS yang dilakukan pihak Perumda dengan pihak konsorsium. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang akan dibangun di 14 titik. Dengan penggunaan PLTS akan dapat menghemat biaya operasional khusus pembayaran  rekening listrik. 

Perumda Tirta Danu Arta melakukan penandatangan kerjasama dengan konsorsium PT Agra Surya Energy, PT Nusa Sinergi Mandiri dan PT Energi Surya Terpadu. Penandatangan kerjasama berlangsung di kantor Perumda Tirta Danu Arta, Selasa (29/3/2022).

Direktur Perumda Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ranto Suparso Mesi mengatakan untuk pemanfaatan PLTS pihaknya bekerjasama  lewat konsorsium  tiga perusahan. Dalam hal ini Perumda hanya menyiapkan lokasi pemasangan panel. Seluruh pembangunan dilakukan oleh konsorsium. 

Menurutnya  beberapa pertimbangan  untuk pemanfaatan PLTS yakni untuk menghemat biaya operasional terutama pembayaran rekening listrik. Diakui setiap bulannya pembayaran rekening listrik Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar.

“Kalau menggunakan PLTS ini bisa hemat biaya operasional  hingga 16,9 persen,” jelasnya.

Selain itu penggunaan PLTS juga langkah mendukung program pemerintah. Seperti tertuang Pergub Bali nomor 45 tahun 2019 tentang energi bersih. Disamping itu untuk mencegah emisi rumah kaca.

Kata  direktur asal Banjar/Kelurahan Kawan, Bangli ini  lokasi pemasangan PLTS ada di 14 titik yang tersebar di empat kecamatan. Sementara itu lokasi pembangunan PLTS ada yang memanfaatkan rumah pompa dan juga menyewa lahan warga di sekitar lokasi pompa. Luas lahan untuk PLTS  minimal  luas 3 are.

“Lokasi PLTS tersebar di empat kecamatan, satu contoh sumber mata air Arca, PLTS  akan memanfaatkan lahan  kolam renang Seganing yang sudah puluhan tahun tidak berfungsi,” ungkapnya.

Sementara itu untuk pembangunan akan dimulai pada 16 April mendatang. “Groundbreaking dilakukan 16 April, pengerjaan akan berlangsung hingga Agustus,” sebutnya. 

Sementara itu Ketua Konsorsium, Harvey Tjokro mengatakan kegiatan pembangunan akan dimulai 16 April. Karena lokasi tersebar di beberapa lokasi dan medan cukup sulit maka diperlukan waktu cukup lama untuk  pembangunan dan pemasangan panel.

“Proses juga menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Panel tidak hanya ditempel, tapi dibuatkan struktur yang di bawah dapat dimanfaatkan,” jelasnya. 

Disinggung terkait kewajiban Perumda, Harvey Tjokro menyebutkan setiap bulan perumda membayar dari listrik yang dihasilkan. Setelah 20 tahun PLTS tersebut akan menjadi aset Perumda.

“PLTS life time 30 tahun dan pada 20 tahun akan diserahkan aset ke Perumda. Selama pemanfaatan PLTS perawatan dilakukan oleh konsorsium,” jelasnya. (750)

Pos terkait