Perumda Tirta Danu Arta Bangli Jajaki Kerjasama dengan Investor Asal Korea

investor korea
Investor asal Korea saat turun di sumber mata air Pebini, Desa Catur, Kintamani. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli melakukan penjajakan kerjasama  dengan investor asal Korea terkait optimlaisasi jaringan dan distribusi air. Pihak investor asal negeri gingseng ini sudah sempat turun melakukan pengecekan mutu air di dua sumber mata air.

Kabag Administrasi dan Keuangan Permuda Air Minum Tirta Danu Artha Bangli, Gusti Agung Jelantik Sutha Baskara mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan managemen dalam kaitannya pemberian pelayanan yang optimal kepada konsumen. Namun demikian ada beberapa kendala klasik yang perlu segera mendapat penanganan.

Bacaan Lainnya

“Semisal jaringan pipa yang kita milki hampir sebagian besar sudah uzur dan butuh anggaran yang besar jika dilakukan peremajaan. Kondisi pipa yang tua kerap kali timbulkan kebocoran, sehingga berimbas pada layanan,” ujarnya, Minggu (2/10/2022).

Lanjut Agung Baskara untuk mengatasi masalah  tersebut pihaknya sedang lakukan penjajakan untuk kerjasama dengan investor asal Korea. Sebagai bentuk keseriusan pihak investor telah sempat turun mengecek kondisi sumber mata air Kuta Lambi, Desa Lembean Kintamani dan Pebini Desa Catur, Kintamani.

”Pihak investor mengambil sampel air dari ke dua sumber mata air tersebut untuk diteliti,” jelasnya.

Menurut Agus Baskara untuk jalinan kerjasama tentu masih perlu proses dan pembahasan lebih lanjut.

”Ini baru sebatas penjajakan saja untuk ke arah kerjasama masih butuh proses untuk mencari kesamaan persepsi antara Perumda dengan pihak investor,” tegasnya.

Di sisi lain dalam kurun setahun telah terjadi kerusakan motor pompa dan pompa di beberapa sumber mata air. Proses perbaikan menyedot anggaran hingga ratusan juta rupiah.

Kabag Teknik Permuda Tirta Danu Arta, Ida Bagus Prenawa mengatakan kerusakan motor pompa terjadi di sumber mata air Tirta Anyar  Kecamatan Tembuku dan sumber mata air Paras Malem, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku dan rumah pompa di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi. Menurutnya kerusakan motor pompa lebih dominan disebabkan tegangan listrk yang tidak stabil.

Sementara untuk kerusakan pompa terjadi di sumber mata air Gamongan II, Desa Kayubihi, Bangli.

”Lamanya perbaikan tergantung dari ketersedian suku cadang, jika harus indent maka butuh waktu untuk perbaikan,” kata IB Prenawa. (750)

Pos terkait