Permudah Akses KUR, TPAKD Provinsi Bali Luncurkan Website Kurbali.com

Sambutan Sekda Provinsi Bali pada Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Bali 2019.

DENPASAR | patrolipost.com – Di era revolusi industri 4.0 ini, kecepatan dan ketepatan merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai salah satu pemangku kepentingan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama OJK meresmikan peluncurkan Website kurbali.com, Jumat (06/12/2019).

Peluncuran website kurbali.com diresmikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, pada Rapat Pleno TPAKD tahun 2019 yang digelar OJK bertempat di Ruang Bisma Kantor OJK Bali. Peresmian website dengan tajuk Website KUR untuk Semeton Bali turut dihadiri oleh anggota TPAKD dan para pelaku industri jasa keuangan Provinsi Bali.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyebutkan, website kurbali.com yang telah diperkenalkan kepada seluruh Dinas Koperasi dan UKM 9 kabupaten/kota pada tanggal 20 September 2019 lalu, merupakan wadah yang memperluas dan mempermudah masyarakat dalam mengakses KUR dan mendapatkan suber daya keuangan.

“Website ini maksudnya adalah sebagai sebuah akses bagi masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan KUR, supaya pemodalan KUR, UMKM bisa meningkat, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang semakin baik dan cepat,” ujarnya.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra Elyanus Pongsoda yang menyebutkan dengan adanya website ini, pelaku UMKM dapat mengajukan KUR kapan pun dan dari mana saja. Selanjutnya dengan fitur-fitur yang ada website kurbali.com bisa menjadi sumber informasi terkini terkait KUR di Provinsi Bali.

Selain membantu masyarakat dalam mempermudah akses KUR, adanya website ini juga mempermudah kerja pemerintah daerah dalam menyosialisasikan KUR kepada UMKM di wilayahnya masing-masing. Dengan didukung oleh program pemerintah daerah Provinsi Bali 1 desa 1 wifi, kurbali.com dapat dapat diakses dari desa.

“Melalui kurbali.com, kita akan memiliki data tentang proses KUR di bank-bank penyalur KUR sehingga kendala-kendala yang ditemukan dapat diselesaikan dengan koordinasi antar stakeholder di daerah,” papar Elyanus.

Selain program kerja KUR, OJK Regional 8 Bali-Nusra beserta TPAKD juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan. Melalui Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi Bali, OJK dan TPAKD secara rutin berkoordinasi dengan seluruh anggota dan bertukar informasi tentang praktek-praktek investasi ilegal yang ada di Bali khususnya.

“Ke depan, kita harus meningkatkan kerjasama terutama dengan kalangan Universitas di Bali dalam mengadakan program edukasi ke masyarakat di pedesaan melalui program KKN yang melibatkan Tim Satgas Waspada Investasi Provinsi Bali untuk menyosialisasikan waspada investasi, karena hampir setiap tahun ada saja kasus-kasus investasi ilegal di Bali, dimana korbannya adalah masyarakat Bali sendiri,” ungkap Elyanus.

Selain itu Elyanus juga menyampaikan bahwa, program Galeri Investasi bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia harus terus ditingkatkan untuk mengenalkan investasi di Pasar Modal sejak dini kepada mahasiswa di Bali. Berdasar laporan terdapat 11 Galeri Investasi di 11 Universitas di Bali dengan jumlah investor dari kalangan mahasiswa dan akademisi lebih dari 2.000 investor dengan jumlah transaksi di Pasar Modal mencapai Rp 64 miliar di tahun 2019. Dengan program Yuk Nabung Saham, masyarakat di Bali dapat menjadi investor pasar modal dan membeli saham di bursa efek dengan modal minimal Rp 100.000 saja sehingga mahasiswa pun dapat menjadi investor.

“Kami berharap Gubernur Bali beserta Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan jajarannya dapat membantu menyukseskan Gerakan Indonesia Menabung melalui gerakan One Student One Account. Program ini sangat penting untuk menanamkan kesadaran menabung sejak dini kepada para siswa calon investor masa depan di industri keuangan kita,” imbuhnya. (cr01)

Pos terkait