Perintah Jokowi ke Polri, Ribuan Preman dan Pemalak Dibekuk

Para preman dan pemalak yang diamankan oleh pihak kepolisian. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal keluhan sopir truk di Tanjung Priok soal pungli dan preman. Arahan itu berbuntut pada ribuan preman ditangkap polisi di berbagai daerah.
Pada saat kunjungan Jokowi di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Kamis (10/6), dia dicurhati sopir soal masih ada preman dan pungli di JICT. Di tempat itu Jokowi menelepon Listyo Sigit. Listyo menjawab, “Siap,” perintah presiden tersebut.

Di hari itu juga, sampai malam hari, sebanyak 49 orang preman dan pelaku pungli diamankan di beberapa kawasan Tanjung Priok. Listyo pun memberikan perintah agar jajaran Polda dan Polres merazia preman yang dianggap meresahkan masyarakat.

Sigit tak main-main soal instruksi operasi premanisme di seluruh Indonesia. Dia bakal menegur setiap Kapolda hingga Kapolres yang tidak kunjung memberantas preman.

“Masyarakat yang belum direspons oleh polisi yang bertugas di lapangan bisa melaporkan langsung ke saluran Dumas Presisi atau para pimpinan wilayah mulai dari Kapolres sampai dengan Kapolda,” ujar Jenderal Sigit.

“Kalau belum action juga saya selaku Kapolri yang akan tegur. Ini juga bagian dari program Harkamtibmas di program Presisi yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh anggota dan jajaran di lapangan,” sambungnya.

Dalam rentang waktu 11-14 Juni 2021, Polri menangkap 3.283 preman dan pelaku pungli. Ribuan preman itu tersebar dari ribuan titik dan lokasi se Indonesia.

“Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil operasi premanisme dan pungli yang dilakukan di 1.368 titik lokasi, terdapat 6 Polda dengan jumlah pelaku yang ditangkap terbanyak,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui paparannya di Mabes Polri, dilansir Kamis (17/6/2021).

Ramadhan menyebut pelaku premanisme paling banyak ditindak di Polda Jawa Tengah (Jateng). Polda Jateng menangkap 922 orang, dengan empat di antaranya dilakukan penyidikan.

“Polda Jateng sebanyak 922 orang. Premanisme 449 orang (4 sidik dan 439 pembinaan). Pungli 473 orang seluruhnya dilakukan pembinaan,” katanya.

Kemudian, penangkapan pelaku premanisme terbanyak disusul oleh Polda Jawa Barat (Jabar) yang menangkap 894 orang. Setelahnya, ada Polda Sumatera Utara (Sumut) dengan total 696 orang ditangkap.

“Polda Jabar sebanyak 894 orang. Premanisme 348 orang (168 sidik dan 180 pembinaan). Pungli 546 orang (92 sidik dan 454 pembinaan),” tutur Ramadhan.

“Polda Sumut sebanyak 696 orang. Premanisme 20 orang (8 sidik dan 12 pembinaan). Pungli 676 orang (20 sidik dan 656 pembinaan),” sambungnya.

Lebih lanjut, kata Ramadhan, Polda Banten menindak 643 pelaku premanisme. Namun semua pelaku itu hanya dilakukan pembinaan, tidak ada yang masuk ke proses penyidikan.

Selain itu, Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap 386 orang. Sementara Polda Metro Jaya menangkap 282 orang.

“Polda Jatim sebanyak 386 orang. Premanisme 210 orang (73 sidik dan 137 pembinaan). Pungli 176 orang (28 sidik dan 148 pembinaan),” terang Ramadhan.

“PMJ sebanyak 282 orang. Premanisme 137 orang (13 sidik dan 124 pembinaan) Pungli 145 orang (16 sidik dan 129 pembinaan),” lanjutnya. (305/dtc)

Pos terkait