Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Bali Tercatat Naik 0,22% (mtm)

Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho.

 

Bacaan Lainnya

DENPASAR | patrolipost.com – Badan Statistik Provinsi Bali mencatat data inflasi pada November 2020. Secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 0,81% (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang sebesar 1,59% (yoy).

Percepatan pertumbuhan ekonomi tercatat naik 0,22% (mtm). Sebelumnya, kota Denpasar dan Singaraja mengalami deflasi sebesar -0,24% (mtm) pada bulan sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh Trisno Nugroho, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, di Denpasar pada Selasa (2/12/2020) . Inflasi terjadi pada kota Denpasar sebesar 0,20% (mtm) dan kota Singaraja (0,37%, mtm).

Trisno Nugroho juga mengatakan, peningkatan harga komoditas hortikultura disebabkan oleh menurunnya hasil panen di penghujung tahun akibat curah hujan yang tinggi. Demikian juga dengan daging ayam ras, implementasi kebijakan pengurangan Days Old Chicken (DOC) menyebabkan turunnya pasokan.

“Peningkatan harga terlihat untuk komoditas bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang putih,” tegas Trisno Nugroho.

Kelompok barang administered price mencatat penurunan harga sebesar 0,24% (mtm). Penurunan tekanan harga pada kelompok ini disebabkan oleh turunnya tarif angkutan udara dan tarif listrik. Turunnya tarif angkutan udara masih disebabkan oleh subsidi silang oleh pemerintah. Adapun penurunan tarif listrik merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintah untuk menurunkan tarif dasar listrik pelanggan non-subsidi.

Kelompok barang core inflation penurunan harga sebesar 0,18% (mtm) dibandingkan dengan bulan Oktober. Penurunan tekanan inflasi ini terjadi terutama pada canang sari, emas perhiasan, dan air kemasan. Harga canang sari masih menunjukkan tren menurun sejalan dengan normalisasi pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Penurunan harga emas perhiasan menurun sejalan dengan turunnya harga emas dunia pasca redanya ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, masih rendahnya daya beli masyarakat juga menyebabkan penurunan permintaan terhadap barang tahan lama,” katanya.

Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada Desember 2020 akan tetap terkendali. Meskipun demikian, tingginya curah hujan di Bali perlu diwaspadai yang dapat kembali meningkatkan harga kelompok barang volatile food.

“TPID Kabupaten/Kota dan Provinsi terus berupaya untuk menjaga 4K, yaitu ketersediaan pasokan, kestabilan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” pungkasnya. (wie)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.