Penutupan Diklat, Himpaudi Tekankan Pentingnya Tanamkan Nilai Kebudayaan

gianyar 1xxxccc
Penutupan diklat berjenjang peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di Pade Wareg Eco Park and Education, Rabu (26/1/2022). (kominfo/lns)

GIANYAR | patrolipost.com – “Dalam dunia pendidikan, Gianyar memiliki potensi yang sangat tinggi ditambah dengan Gianyar sebagai kota berbudaya harus mempertahankan budaya untuk memajukan pendidikan,” ujar Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Bali, Dr Drs I Nyoman Sarjana M.I.Kom saat penutupan diklat berjenjang peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di Pade Wareg Eco Park and Education, Rabu (26/1/2022).

Dikatakannya pendidikan anak usia dini merupakan pembentukan karakter anak. Untuk itu penting sekali ditanamkan nilai-nilai kebudayaan.

“Pendidikan Anak Usia Dini itu berbasis budaya dan lingkungan gak usah bermodernisasi untuk anak usia dini. Tanamkan dulu kebudayaan dan kebetulan di Gianyar kebudayaan kental sekali, jangan lari dari situ,” tegas Sarjana.

Dimana tujuan dilakukannya diklat tersebut untuk meningkatkan kapasitas pendidik. Mengingat dalam memberikan pendidikan kepada anak usia dini harus ada dasar.

“Kita tingkatkan kemampuan dan pengetahuan para pendidik agar memiliki pedomannya jangan sembarangan. Karena ada kurikulum PAUD, itu yang kita berikan saat diklat. Dalam diklat kita ajarkan juga base on children supaya guru memiliki pengetahuan untuk teknik mengajarnya, bagaimana teknisnya, cara mengajarnya supaya ada dasar untuk mengajar,” sambungnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar yang diwakili Sekretris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Dewa Manuaba mengatakan pendidikan anak usia dini dilakukan dengan tujuan memberikan konsep yang bermakna bagi anak melalui pengalaman nyata dan bermakna.

“Melalui pengalaman nyata dan bermakn lah anak menunjukkan aktivitas dan terasa ingin tahu secara optimal dan menempatkan posisi pendidik sebagai pendamping, pembimbing, serta fasilitator bagi anak. Serta menghindari bentuk pembelajaran yang hanya berorientasi kepada kehendak guru yang menempatkan anak secara pasif dan guru menjadi dominan,” ujarnya.

Dilanjutkannya pendidikan anak usia dini sangatlah penting bagi anak usia 0-6 tahun karena masa ini adalah masa keemasan untuk kecerdasan anak, dan agar anak siap melanjutkan pendidikan ke tahap selanjutnya. Untuk itu melalui diklat berjenjang tingkat dasar yang telah diselenggarakan, para pendidik banyak mendapatkan ilmu untuk bekal dalam mendidik anak usia dini ke arah yang lebih baik dari yang sebelumnya serta untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Penutupan Diklat tersebut juga dirangkai dengan pemberian makanan sehat kepada 40 anak istimewa serta pengukuhan pengurus Himpaudi Kabupaten Gianyar.
Ketua Himpaudi Kabupaten Gianyar yang dikukuhkan, Dwi Purwati mengatakan, dirinya fokus pada peningkatan kompetensi untuk pendidikan dan tenaga kependidikan baik melalui diklat, work shop, seminar, dan lain sebagainya. Disamping itu dirinya juga mengembangkan kesehatan anak yang bekerjasama dengan Pustu Desa, Puskesmas dan Bunda PAUD dari tingkat desa hingga kabupaten.

Mengenai metode pembelajaran dirinya sudah membuat program PAUD berbasis lingkungan.

“Kita kembangkan PAUD berbasis lingkungan, artinya kita melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang bisa dijadikan edukasi untuk anak-anak,” ujar Dwi.

Dengan metode pembelajaran tersebut akan dapat mewujudkan merdeka belajar untuk anak usia dini. Mengingat dunia anak dunia bermain dirinya memanfaatkan hal tersebut sebagai pedoman pembelajaran yang menyenangkan.

“Karena anak usia dini harus bermain jadi dengan bermain anak akan menciptakan apapun yang ia inginkan yang ada di imajinasi dan lingkungannya artinya memanfaatkan apapun yang ada dilingkungannya sebagai sumber pembelajaran,” pungkas Dwi. (kominfo/abg)

Pos terkait