Penetapan 9 Dapil Mengubah Startegi ‘Perang’ Kader Partai di Buleleng

kresna budi
IGK Kresna Budi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng. (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Ditetapkan komposisi baru daerah pemilihan (Dapil) pada Pemilu 2024 diperkirakan akan mengubah peta kekuatan politik cukup signifikan. Hal itu setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengubah jumlah Dapil di Kabupaten Buleleng untuk Pemilu 2024 mendatang menjadi 9 Dapil dari sebelumnya 6 Dapil.

Perubahan Dapil itu tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Dapil dan Alokasi Kursi  DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD RI dalam Pemilu 2024, tertanggal 6 Februari 2023.

Berdasar Peraturan KPU No 6 Tahun 2023 dalam pemilihan Umum 2024 diputuskan untuk Buleleng menjadi 9 Dapil dengan perubahan alokasi kursi.Diantaranya, Buleleng 1 masuk Kecamatan Buleleng dengan alokasi 8 kursi. Buleleng 2 Kecamatan Sawan alokasi sebanyak 5 kursi. Begitu juga Dapil Buleleng 3 Kecamatan Kubutambahan memiliki alokasi 4 kursi dan Dapil Buleleng 4 Kecamatan Tejakula dengan alokasi 4 kursi.

Sementara Dapil 5 Kecamatan Gerokgak dengan 6 kursi, Dapil Buleleng 6 Kecamatan Seririt memiliki alokasi sebanyak 5 kursi, Dapil Buleleng 7 Kecamatan Busungbiu sebanyak 3 kursi, Dapil Buleleng 8 Kecamatan Banjar alokasi sebanyak 5 kursi dan Dapil Buleleng 9 Kecematan Sukasada dengan alokasi 5 kursi.

Beragam respon pemimpin partai politik (Parpol) atas perubahan komposisi dapil tersebut. Setelah sebelumnya Ketua DPC Partai Gerindra Buleleng Gede Harja Astawa mengaku siap menabuh ‘genderang perang’ dan siap bertarung di 9 Dapil, kini hal yang sama disampaikan Ketua DPD II Golkar Buleleng IGK Kresna Budi. Ia mengaku memberikan apresiasi atas perubahan dapil tersebut dan menganggap 9 Dapil merupakan representasi keterwakilan yang memenuhi asas keadilan.

“Selama ini yang menjadi kekeliruan kita ada beberapa kecamatan hanya diwakili hanya satu kursi padahal jumlah penduduknya banyak. Dan keputusan KPU (menjadi 9 Dapil) merupakan keputusan bijak mengingat tujuan pemilu legislatif azasnya adalah keterwakilan,” kata Kresna Budi, Kamis (9/2/2023).

Dengan perubahan menjadi 9 Dapil, Kresna Budi mengatakan, semua parpol tentu akan melakukan rotasi ulang terhadap komposisi kadernya yang akan maju sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) termasuk kader Golkar. Karena itu tidak ada strategi khusus yang dijalankan karena sejak awal sebagai pihak yang mengusulkan perubahan Dapil sudah siap dengan perubahan tersebut.

“Kader Golkar dikenal memiliki kemampuan intlektual, pekerja dengan slogan karya dan kekaryaan. Jadi kader yang maju banyak dari kalangan pengusaha dengan kemampuan finansial termasuk personalitas kader yang mampu menggerakkan roda ekonomi,” ucapnya.

Sedangkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem mengaku bersyukur atas keputusan KPU RI itu. Sebagai salah satu partai yang mengusulkan penambahan Dapil menjadi 9, Ketua DPD NasDem Buleleng Made Suparjo mengatakan usulan Dapil berbasis kecamatan diusung NasDem untuk asas keadilan. Harapannya masing-masing kecamatan di Buleleng memiliki wakil rakyat yang akan memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan secara optimal.

“Kita sekarang tinggal membuat siasat agar di masing-masing Dapil memiliki perwakilan. Kami juga sudah melakukan evaluasi dan menyusun strategi, calon-calon mana yang akan diusung dan diunggulkan di setiap kecamatan,” kata Suparjo.

Menurutnya, dari hasil pemetaan yang dilakukan, Suparjo mengaku cukup berat terutama di Dapil  Buleleng 7 Kecamatan Busungbiu dengan alokasi hanya 3 kursi memerlukan strategi khusus.

”Di Dapil Busungbiu kami akan berat. Selain kehidupan masyarakat yang ekonominya sudah bagus menyebabkan masyarakat setempat kurang tertarik terhadap politik. Ini yang kami sedang susun strateginya,” ucap politisi asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng ini.

Sementara itu, sebagai parpol pemenang Pemilu 2019 PDI Perjuangan mengaku akan bekerja lebih keras terutama di daerah yang dapil sebelumnya bergabung.

”Secara prinsip strategi akan diubah, bagaimanapun teman-teman di masing-masing Dapil sudah bekerja 3 tahun terakhir. Nanti akan ada penyesuaian kembali strategi untuk perebutan kursi DPR RI, DPRD Provinsi, dan di DPRD Kabupaten,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Buleleng Putu Agus Suradnyana. (625)

Pos terkait