Pemuda di Bangli Lagi Demam Layangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pemuda asal Banjar Pule sedang bermain layangan di areal persawahan Ume Pule, Selasa (12/5/2020).

BANGLI | patrolipost.com – Bermain layang-layang biasanya ramai ketika memasuki musim libur panjang sekolah. Namun beberapa tahun belakangan ini jenis permainanan ini seperti ditinggalkan karena kalah bersaing dengan permainan modern seperti gadget.

Namun di tengah merebaknya penyebaran Covid-19, justru bermain layang-layang seperti mendapat tempat lagi. Buktinya  sejak beberapa hari belakangan ini langit kota Bangli mulai dipenuhi layang-layang. Untuk tempat bermain atau menaikan layang–layang selain dilakukan di pekarangan rumah  juga dilakukan di lahan persawahan.

Menurut  Kadek Arta Yoga, bermain layang-layang seperti mengingatkan dirinya ketika masih duduk di bangku sekolah. Biasanya bermain layang-layang dilakukan ketika memasuki musim libur sekolah. “Seperti mengingatkan kembali kenangan masa lalu ketika masih duduk di bangku sekolah,” ujar Kadek  Arta Yoga ditemui saat  sedang menaikkan layangan, Selasa (12/5/2020).

Kata Arta Yoga, bermain layangan memang sempat hilang karena terpinggirkan oleh jenis permainan modern. Justru permainan ini kembali muncul lagi tatkala  pandemic Covid-19. Menurutnya deman bermian layang-layang kembali muncul karena untuk mengisi waktu luang, di tengah pembatasan aktifitas masyarakat akibat pandemic Covid-19.

”Untuk mengilangkan rasa penat di rumah diisi dengan kesibukan yakni dengan bermain layang-layang,” ungkap pemuda asal Banjar Pande, Kelurahan Cempaga ini. Dengan bermain laying-layang secara tidak langsung melakukan aktifitas olahraga. Sementara untuk tempat bermain layang- layang dilakukan di areal persawahan atau juga di lahan kosong.

Pantauan beberapa lokasi persawahan kini ramai dijadikan tempat untuk bermain layang-layang. Seperti di areal perawahan Uma Pule, Banjar Pule, Kelurahan Kawan Bangli. Nampak beberapa pemuda asal Banjar Pule asyik menaikan layang-layang.Teriknya sinar matahari tidak menjadi halangan mereka untuk menaikkan layang-layang.

”Dengan bermain layang-layang  selain untuk mengisi waktu luang  juga untuk mencari keringat, biasanya bermain layang – layang dimulai pukul 14.00 wita sampai pukul 17.00 Wita,” ujar I Nyoman Widiana alias  Usrok (750)

Pos terkait