Pemilu Masih Jauh, PSR Prihatin, Krama Bali Kerap Kena Prank

Putu Supadma Rudana (PSR).

 

Bacaan Lainnya

JEMBRANA | patrolipost.com – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR) usai sembahyang bersama dengan Bupati Jembrana, Nengah Tamba di Pura Jagatnatha Jembrana, Selasa (31/8/2021), mengungkapkan kenapa dirinya “turun gunung” ke Bali membawa ribuan paket bantuan untuk masyarakat. Musababnya, ia tidak meniru politisi lain yang hanya turun menjelang Pemilu, PSR tancap gas tanpa hitung-hitung kapan pemilu.

Aksi PSR ini dimotivasi perasaan prihatin dengan janji-janji pejabat yang ngeprank dan PHP (pemberi harapan palsu) kepada  Bali, tanpa ada bukti konkrit. Mulai pembukaan pariwisata Bali, bantuan triliun rupiah, hingga iming-iming manis lainnya membuat masyarakat Bali melongok hingga sekarang.

PSR menyerahkan 1.000 dosis vaksin, 2.200 paket sembako berisi 10 kilogram beras yang diangkut dengan 3 truk, bantuan untuk tim kesenian, bantuan dana Punia kepada Jero Mangku, hingga bantuan untuk UMKM.

PSR memberikan alasan atas aksinya terus menggelontor bantuan ke Bali tanpa embel-embel politis,apalagi pencitraan. Semuanya berangkat dari perasaan prihatin dan membantu Krama Bali. Sehingga kepekaan sebagai wakil rakyat diaplikasikan dengan aksi konkrit.

“Pemilu masih jauh kok sudah guyur bantuan sana-sini? Banyak pertanyaan seperti itu dari tokoh masyarakat dan awak media kepada saya. Saya jawab ini soal hati dan perasaan prihatin,” ujar PSR.

“Bagi saya, bukan jauh dekatnya pemilu. Masak mau datang ke rakyat mau menjelang pemilu saja? Ini kondisi Pandemi Covid-19, dimana masyarakat Bali sedang kesusahan.  Di tengah kesusahan itu banyak pernyataan oknum pejabat di medsos yang ngeprank, menebar janji manis dan PHP,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, yang dalam sembahyang bersama di Pura Jagatnatha Jembrana, juga dalam rangka mendoakan Bali cepat pulih dari Pandemi Covid-19.

Janji berbau PHP itu menurut PSR, seperti lewat begitu saja tanpa ada kebijakan berkesinambungan. Mulai janji buka pariwisata dengan segera, kemudian ada usulkan Bali jadi pusat karantina penerbangan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, akan ada bantuan triliun untuk pulihkan pariwisata Bali dan PHP lainnya. “Bali sudah banyak berkontribusi pajak pariwisata ke pusat. Bali jangan jadi objek janji-janji tanpa realisasi. Kalaupun pusat selama Pandemi Covid-19, ada menyalurkan bantuan sosial, tapi bantuannya yang merata lah. Ada yang dapat berkali-kali, tapi ada nggak dapat sama sekali,” sindir Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPR RI ini.

PSR menyatakan komitmennya akan terus roadshow ke kabupaten/kota untuk membawa bantuan demi pemulihan ekonomi Krama Bali.

 

“Tak perlu menghitung hari kapan Pemilu. Kita berkewajiban melakukan tugas sebagai wakil rakyat, kita tak berhitung , apalagi menuntut hasil perbuatan itu. Sekarang masyarakatlah yang menilai,” ujar Wasekjen DPP Demokrat ini. (wie)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.