Pembinaan Tumbuh Kembang Anak dalam Masa Pandemi Covid-19

Pertemuan melalui virtual meeting webex membahas tentang peran orangtua dalam pembinaan tumbuh kembang anak dalam masa pandemic wabah Covid-19.

DENPASAR | patrolipost.com  – Pandemic virus Covid-19 yang tengah melanda dunia membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Sehingga akan berdampak dengan kondisi psikologis anak. Mengatasi hal tersebut, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Bali mengadakan kegiatan pertemuan melalui virtual meeting webex untuk membahas tentang peran orangtua dalam pembinaan tumbuh kembang anak dalam masa pandemic wabah Covid-19 pada Rabu (20/5/2020).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Drs Agus P Proklamasi MM mengatakan, sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan generasi berkualitas yang ada di seluruh Indonesia, khususnya provinsi Bali.

Bacaan Lainnya

“Kita harus memiliki koneksi dan sinergi antara pusat dan provinsi secara terus menerus untuk mengadakan kegiatan perihal tumbuh kembang anak sehingga kita dapat mewujudkan generasi muda emas ke depannya,” ungkapnya.

Dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas diawali dengan memperhatikan tumbuh kembang anak. Pembinaan tumbuh kembang anak tentunya sangat berkaitan erat dengan ketahanan keluarga. Tumbuh kembang anak berawal dari pembentukan karakter yang dapat terbentuk oleh proses pembelajaran. Sehingga peran orangtua sebagai leader sangat dibutuhkan dan perlu diperhatikan.

“Orangtua merupakan leader dalam pengasuhan anak. Diperlukan pola pengasuhan yang ideal untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Namun saat ini, masih banyak orangtua yang kurang paham sehingga berdampak pada pengasuhan yang kurang ideal,” katanya.

Diharapkan dengan diadakan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman pembinaan tumbuh kembang anak dalam masa pandemic wabah Covid-19 sehingga terjadi perubahan sikap dan perilaku keluarga untuk mempunyai kepribadian yang matang, penuh cinta kasih saling menghargai dan menghormati serta menciptakan suasana harmonis dalam keluarga.

Pembinaan ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Kader dan Pengelola/anggota kelompok BKB Kabupaten/Kota se Bali. (007)

Pos terkait