Pasien Positif Covid-19 di Bali 3 Orang dengan Tracing Contact 217 Orang

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra.

DENPASAR | patrolipost.com – Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi mengklarifikasi data kasus positif Covid-19 di Bali menjadi 3 orang. Sedangkan hasil penelusuran jumlah orang yang pernah kontak (tracing contact) dengan pasien positif Covid-19 bertambah menjadi 217 orang.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra membeberkan hingga Sabtu (21/3/2020), kasus pasien dalam pengawasan Covid-19 di Bali sebanyak 95 orang. Dari 95 orang, 5 orang merupakan pasien baru yang melapor ke rumah sakit dan pihak rumah sakit telah menangani sesuai dengan prosedur penanganan pasien dalam pengawasan.

“Sebanyak 95 orang pasien dalam pengawasan Covid-19, sampel yang sudah keluar sebanyak 71 orang, dengan hasil 68 orang dinyatakan negatif dan sudah pulang dari rumah sakit. Sedangkan 3 orang positif,” kata Dewa Made Indra, Sabtu (21/3/2020).

Dewa Made Indra juga mengklarifikasi data kasus positif Covid-19 di Bali yang awalnya dinyatakan sebanyak 4 orang, kini telah ditetapkan menjadi 3 orang diantaranya, 2 WNA dan 1 WNI. Sedangkan, 1 WNI positif Covid-19 yang awal datanya tercantum kasus positif Covid-19 di Bali sudah diubah dan dipindah keluar daerah.

“Sebelumnya memang yang positif 1 orang ini bertugas di Bali, kemudian dia pulang ke daerahnya dan mengalami demam, lalu setelah diperiksakan hasilnya positif. Kemarin dilaporkan di Bali, sekarang sudah dipindah keluar daerah Bali,” tegasnya.

Sementara, dari data saat ini terdapat 3 orang positif Covid-19, diantaranya 2 WNA yang dinyatakan telah meninggal dan 1 WNI yang masih dirawat di rumah sakit.

“Dua orang yang meninggal ini,  1 orang sudah dikremasi dan 1 orang lagi sampai saat ini jenazahnya masih di rumah sakit dan sedang dikoordinasikan antara pihak RS dengan Konsulat Jendral dari negaranya. Hingga hari ini masih menunggu keputusan dari pihak RS maupun Konjen,” ungkap Dewa Indra.

Dewa Made Indra menuturkan, dari 95 orang yang menjadi pasien dalam pengawasan Covid-19 tersebut, terdapat sampel pasien yang belum keluar sebanyak 24 orang dan masih menunggu hasil lab sehingga semuanya masih berada di rumah sakit.

Berdasarkan hasil penelusuran pada Sabtu (21/3/2020), jumlah orang yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 menjadi bertambah sebanyak 18 orang sehingga terdapat sebanyak 217 orang. Kepada 217 orang ini sudah dilakukan sistem mengisolasi diri dan dikarantina di rumah masing-masing serta diberikan Informasi, Komunikasi dan Edukasi (IKE).

“Tim dari Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan kondisi terhadap 217 orang ini,” imbuhnya.

Karantina Warga Migran

Adapun upaya-upaya yang dilakukan satgas diantaranya, Tim Satgas Covid-19 Provinsi Bali  sudah bersurat kepada Kodam IX-Udayana, Polda Bali dan Korem 163 Wirasatya serta Kabupaten/ Kota se-Bali untuk mengaktivasi seluruh desa agar aktif terlibat memberikan edukasi dan koordinasi kepada masyarakatnya.

“Untuk turut melindungi diri dan melakukan upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing yang dimulai dari lingkungan rumahnya masing-masing dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Satgas Covid-19 juga sudah bersurat kepada Majelis Desa Adat (MDA) dan Bendesa Adat se-Bali untuk melakukan disinfeksi massal serentak di hari pengerepukan Nyepi mendatang.

Selanjutnya, Tim Satgas Covid-19 juga menyiapkan tempat karantika bagi warga migran terutama yg berasal dari negara yang terjangkit, dan Bali berupaya menyiapkan tempat karantina di UPT Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali serta diberlakukan jalur khusus domestik di Bandara Ngurah Rai bagi PMI dan pelaut-pelaut yang pulang dari luar negeri.

Dewa Indra juga mengimbau semua pihak diharapkan berkontribusi untuk mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten dan  Kota untuk belajar, bekerja dan melakukan aktivitas  dari rumah saja,  serta mengurangi aktivitas diluar rumah. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memotong penyebaran virus Covid-19.

“Dengan sikap tenang dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sekaligus dengan menjaga kebugaran tubuh kita, niscaya kita semua akan mampu melewati serangan virus Corona ini,” tandasnya. (cr02)

Pos terkait