Pandemi Covid-19, Warga Bangli Tetap Ramai Pesan Penjor Sambut Galungan

Salah satu pembuat penjor di Kota Bangli (sam)

BANGLI | patrolipost.com – Meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun semangat warga Bangli memenjor tetap tinggi menyambut hari raya Galungan. Beberapa pedagang penjor mengaku kebanjiran pesanan penjor. Sementara harga penjor tidak mengalami kenaikan.

Seorang pedagang penjor, Wayan Sukania mengatakan, hari raya Galungan di tengah pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan warga beryadnya. Buktinya, pesanan penjor serangkaian hari raya Galungan tetap tinggi, bahkan mengalami peningkatan dari Galungan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

”Untuk pesanan tetap tinggi memasuki H-4 Galungan pesanan yang masuk sekitar 40 penjor,” ujarnya, Sabtu (10/4/2021).

Lanjut pria asal Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang ini, jika berkaca Galungan sebelumnya jumlah pesanan mencapai 350 penjor. Untuk proses pengerjaan pihaknya mempekerjakan beberapa orang dengan system borongan.

Kata Wayan  Sukania, harga penjor tergantung ukuran. Untuk penjor ukuran jumbo dibandrol dengan harga Rp 500 ribu, sedangkan ukuran sedan Rp 300 ribu dan ukuran kecil Rp 250 ribu.

”Harga penjor tergantung ukuran dan pernak pernik yang digunakan,” ungkap pria yang buka usaha di LC Uma Aya, Kelurahan Bebalang, Bangli ini.

Selain penjor yang sudah jadi, pihaknya juga melayani penjualan bambu penjor. Harga bambu ukuran besar Rp 70 ribu per batang dan ukuran sedang Rp 30 ribu. Serangkian Galungan pihaknya menyediakan sekitar 1.600 batang bambu.

”Bambu kami datangkan dari daerah Desa Suter Kecamatan Kintamani. Walaupun terjadi kenaikan ongkos angkut,  kami tidak menaikan harga, baik itu harga bambu maupun penjor,” tutur Wayan Sukania. (750)

Pos terkait