Paket Edi-Weng Komit Majukan Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat Mabar

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat nomor urut 3, Edistasius Endi - Yulianus Weng, dalam debat Publik Pilkada Mabar di Hotel Green Prundi, Selasa (1/12/2020).

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) nomor urut 3, Edistasius Endi dan Yulianus Weng atau Paket Edi – Weng pada Pilkada Mabar menawarkan Visi Mabar Bangkit Menuju Mabar Mantap.

Dalam debat Publik yang digelar di Hotel Green Prundi, Selasa (1/12), Edistasius Endi, menjelaskan Visi Mabar Bangkit yang dimaksud adalah bangkit dari kemiskinan dan ketertinggalan.

Bacaan Lainnya

Sedangkan Mabar Mantap, yaitu Pendidikan Mantap, Kesehatan Mantap, Perekonomian Mantap, Pertanian Mantap, Teknologi Mantap, Infrastruktur Mantap, Pariwisata Mantap dan Sistem Birokrasi Mantap, menciptakan stabilitas keamanan dan kenyamanan serta  menciptakan lapangan kerja.

Oleh Paslon Edi Weng, Visi Mabar Bangkit menuju Mabar Mantap diwujudnyatakan dalam lima Misi.

Misi Pertama, membangun Kabupaten Manggarai Barat sebagai pintu gerbang pariwisata nasional yang berkelanjutan yang mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kedua, mewujudkan Aksesibilitas dan Kualitas Pelayanan pada Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kebutuhan Dasar lainnya, pencegahan dan pengendalian serta perlindungan terhadap seluruh masyarakat atas dampak Covid-19.

Ketiga, Mewujudkan Daya Saing Ekonomi Daerah. Keempat, meningkatkan kualitas dan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berbasis kelestarian lingkungan. Kelima, mewujudkan sistem tata pemerintahan yang baik dan bersih dengan berbasis teknologi.

Ke-5 misi tersebut diwujudkan melalui 5 program prioritas yakni: Program prioritas pertama, meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat yang berdaya saing.

“Ekonomi yang berdaya saing yaitu meningkatkan PAD dengan cara menarik uang dari pulau ke darat, melalui pembangunan spot-spot pariwisata di darat seperti atraksi budaya, agrowisata, zonasi pertanian dan optimalisasi peran BUMD/Perumda serta menerapkan e-money,” jelas Edi Endi.

Edi Endi menjelaskan, usaha mengoptimalkan pengembangan dan peran Desa Wisata agar mampu menjadi salah satu tujuan destinasi baru bagi para wisatawan merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pertumbuhan roda ekonomi yang nyata bagi masyarakat di daratan. Hal ini juga menurut Edi Endi mampu memberikan ruang serta kontribusi yang nyata bagi masyarakat yang hidup dan tinggal di daerah pegunungan dalam mengambil bagian dalam industri pariwisata yang saat ini menjadi sektor unggulan penggerak roda ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat.

Program prioritas kedua, terkait SDM Unggul dengan menekankan pada dua point utama yaitu pendidikan dan kesehatan.

Pendidikan sebagai motor penggerak perubahan Manggarai Barat dengan cara memberikan gaji bagi 2.688 Guru Komite sebesar Rp. 800.000 per bulan dan asuransi kesehatan dan asuransi tenaga kerja. Selain itu membangun sekolah model, memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga yang tidak mampu, membangun perpustakaan daerah, memperbaiki gedung-gedung sekolah dan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, penguatan mental dan spiritual masyarakat Mabar bekerjasama dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh adat, LSM dan organisasi lainnya.

Dalam Bidang Kesehatan, Edi Weng juga berkomitmen untuk memperhatikan nasib 293 orang tenaga sukarela dengan memberikan gaji Rp. 800.000 per bulan dan asuransi kesehatan dan asuransi tenaga kerja. Menyelesaikan pembangunan RSUD Komodo dan menjadikannya sebagai Rumah Sakit Rujukan bertaraf internasional dengan skema KSO dan pinjaman daerah, menyediakan internet gratis di semua tempat pelayanan kesehatan dan memberikan BPJS/KIS paling lambat tahun 2023.

Menurut Edi – Weng, Pemerintah Daerah selama ini absen dalam memperhatikan kesejahteraan tenaga medis. Dengan gaji tenaga medis sekarang di Mabar hanya sebesar Rp 300.000,00 per bulan, sebagai tulang punggung penjaga kesehatan masyarakat di Manggarai Barat, gaji ataupun kesejahteraan tenaga medis sangatlah memprihatinkan.

“Saya benar-benar konsen dengan isu kesehatan Mabar ini. Saya juga akan berjuang menaikan gaji mereka sampai Rp 800.000,00 per bulan. Kami juga akan memperjuangkan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditingkatkan agar memndapat ruang lebih leluasa untuk membiaya gaji para pekerja medis ini. Mereka berjuang demi kemanusian, tugas pemerintah adalah memperhatikan kesejahteraan para medis,” ujar Edi Endi dalam debat Publik.

Point ketiga, pemerintahan bersih yakni menciptakan sistem pemerintahan yang bersih dengan berbasis teknologi, penandatanganan pakta integritas, pengurusan pelayanan administrasi yang dipercepat dan dipermudah, pengurusan dokumen kependudukan didesa dan kelurahan serta menyediakan internet gratis di kantor desa dan kelurahan.

Keempat, Infrastruktur yang memadai seperti menuntaskan masalah jalan dan menyiapkan air minum bersih dengan skema pinjaman Daerah/PEN, dengan KPBU.

Kelima, lingkungan sehat dan bersih Bebas dari sampah, pembangunan yang ramah Lingkungan (sehat dan Bersih) dan Membangun Taman Kota Hijau. (334)

Pos terkait