Niat Mengunjungi Teman, Gede Turun Temukan I Nengah Tantra Tewas Tergantung di Pohon

tewas 444444
Polisi saat melakukan olah TKP pasca I Nengah Tantra ditemukan tewas tergantung di pohon ceroring, Rabu (1/11/2023). (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Bermaksud mengunjungi rumah temannya malah berujung trauma. Seorang remaja I Gede Turun Tirtayana (17) warga Dusun Pasekan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Klungkung di tengah jalan justru melihat tubuh seorang laki-laki tewas tergantung di pohon, Rabu (1/11/2023) sekitar pukul 07.15 Wita.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi saat saksi hendak pergi ke rumah temannya, Putu Kusuma Cahyadi yang masih satu banjar dengannya.

Namun saksi kaget melihat tubuh seorang laki-laki tewas tergantung di pohon ceroring yang ada di tegalan (kebun, red) milik I Kadek Suarsana di wilayah Banjar Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Karena takut, saksi memberitahu hal tersebut kepada temannya dan bersama-sama mengecek ke TKP. Saat dicek, ternyata laki-laki yang tergantung itu adalah I Nengah Tantra (66) yang mereka kenal karena sama-sama berasal dari Banjar Pasekan.

Atas hal tersebut, kedua saksi pun memberitahu keluarga korban yang tinggal tidak jauh dari TKP. Selanjutnya keluarga korban pun menghubungi personel Polsek Dawan.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Dawan AKP Komang Susiawan membenarkan perihal peristiwa gantung diri tersebut. Dirinya mengatakan jika setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke TKP serta berkoordinasi dengan tim medis di Puskesmas Dawan I.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari petugas kesehatan Puskesmas Dawan I, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban hanya tanda meninggal karena gantung diri seperti cairan di kelamin, air liur di mulut,” paparnya.

Pihaknya juga kemudian meminta keterangan dari keluarga korban, dimana selama ini korban yang masih bujang itu tinggal satu pekarangan dengan kakaknya I Wayan Mendra. Namun selama ini diketahui tidak pernah ada masalah.

“Pihak keluarga pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak melanjutkan ke proses hukum,” pungkasnya. (855)

Pos terkait