Musim Hujan Pendapatan PDAM Bangli Turun Ratusan Juta Rupiah

Kabag Umum dan Keuangan PDAM Bangli, Gusti Agung Sutha Baskara.

BANGLI | patrolipost.com – Musim penghujan berpengaruh terhadap pendapatan Perusahaan Daerah Minum (PDAM) Bangli. Pendapatan dari perusahan plat merah itu turun hingga ratusan juta rupiah per bulan. Di salah satu sisi, di musim hujan jumlah kerusakan jaringan bertambah.

Kabag Umum dan Keuangan PDAM Bangli, Gusti Agung Sutha Baskara mengatakan musim hujan berpengaruh terhadap pendapatan perusahan dari penjualan air, dimana terjadi penurunan pendapatan yang cukup siginifikan.

Bacaan Lainnya

“Dari laporan yang kami terima untuk bulan Februari saja terjadi penurunan pendapatan hingga Rp 500 juta,” ungkapnya, Sabtu (6/3/201).

Menurutnya jika kondisi normal rata-rata pendapatan yang diraih penjualan air berkisar Rp 2,2 miliar per bulannya. Turunnya pendapatan di musim hujan karena banyak pelanggan khususnya di Kecamatan Kintamani dan Tembuku untuk pemenuhan air memanfaatkan air hujan.

”Sebelum dilayani PDAM, masyarakat di sana memanfaatkan air hujan yang ditampung dalam cubang, ketika memasuki musim penghujan masyarakat memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, dan mereka baru memanfaatkan air PDAM ketika stok air di cubang habis,”  jelas Kabag asal Banjar Gunaksa, Kelurahan Cempaga ini.

Disamping itu musim hujan tidak lagi mengharuskan konsumen yang memilki lahan pertanian melakukan penyiraman, padahal jika musim kemarau masyarakat memanfaatkan air dari PDAM.

Sementara itu turunnya pendapatan dibarengi dengan semakin meningkatnya kerusakan jaringan yang terjadi. Selain jaringan pipa diterjang longsor, juga di beberapa titik terjadi kebocoran. Kebocoran terjadi karena tekanan air yang tinggi akibat turunnya penggunaan air.

”Jaringan pipa kita banyak yang sudah uzur begitu tekanan naik, terjadi kebocoran,” jelas Agung Baskara. (750)

 

Pos terkait