Mulai Ada Kematian Ikan Pasca Semburan Belerang di Danau Batur

Kondisi Danau Batur, Kecamatan Kintamani pasca semburan belerang pada Kamis (15/7/2021).  (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Sehari pasca semburan belerang, terpantau mulai ada kematian ikan di dalam keramba jaring apung (KJA) di Danau Batur, Kintamani, Bangli. Hanya saja belum dapat dipastikan jumlah kematian ikan.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma mengatakan petugas penyuluh kembali melakukan pemantauan di kawasan Danau Batur. Semburan belerang terpantau di tiga lokasi yakni Desa Batur, Desa Buahan, dan Desa Kedisan. Fenomena alam tersebut masih tetap berlangsung.

Bacaan Lainnya

Sementara dari  laporan yang diterima, bahwa mulai ada kematian ikan di dalam KJA. Kematian ikan di KJA berada di wilayah Desa Buahan hingga perbatasan Desa Abang Batu Dinding.

“Sudah  ditemukan  adanya kematian ikan-ikan dalam KJA, imbas dari semburan belerang,” sebut Wayan Sarma, Kamis (15/7/2021).

Disinggung jumlah ikan yang mati, kata Wayan Sarma   jumlah kematian ikan belum dapat dipastikan. Dalam kondisi  darurat ini, untuk meminimalisir kerugian, petani dapat melakukan panen lebih awal.

“Untuk mengurangi risiko, ikan-ikan agar dipanen lebih awal,” sebutnya.

Kemudian untuk ikan yang mati cepat dievakuasi. Wayan Sarma menambahkan, untuk bangkai ikan agar diangkut dari danau untuk selanjutnya dikubur. “Lakukan penguburan, jangan biarkan bangkai ikan mengotori danau,” harapnya.

Di sisi lain, untuk harga ikan mujair di pasaran kisaran Rp 28 ribu – Rp 30 ribu per kilogramnya. Jika kematian ikan semakin banyak, sudah dipastikan para petani rugi besar. (750)

Pos terkait