Mensos Risma Dilempar, Protes Warga Tak Terima BLT BBM

rmensos risma 77777
Mensos Tri Rismaharini menemui seorang warga di Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, usai melemparkan kertas berinisi protes tidak menerima bansos. (ist)

SEMARANG | patrolipost.com – Kunjungan kerja Mensos Tri Rismaharini ke Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jateng, diwarnai aksi pelemparan kertas protes, Selasa (6/9/2022).

Seorang warga melemparkan kertas protes, karena merasa tidak pernah menerima BLT BBM. Mendapati warga melakukan protes, mantan Wali Kota Surabaya, yang akrab disapa Risma ini langsung lari mengejar warga tersebut.

“Kenapa bapak lari. Tidak bisa begitu dong. Memangnya saya mengigit,” ungkap Risma. Setelah bertemu Risma, warga yang diketahui bernama Rajuslan (53) warga Desa Padasugih, mengaku tidak pernah menerima bansos meskipun merupakan masuk kategori keluarga miskin.

Petugas Kemensos langsung melakukan pengecekan nomor induk kependudukan Tarjuslan. Setelah diperiksa, ternyata Tarjuslan terdaftar sebagi keluarga penerima manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), namun atas nama istrinya. Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata istri Tarjuslan sudah meninggal, dan tidak lagi diurus kartu bantuan tersebut, sehingga Tarjuslan tidak lagi mendapatkan bantuan. mendapati kenyataan itu, Risma langsung menegus petugas pendamping Kemensos yang dinilainya tidak memperbaharui dan meverifikasi data.

Untuk mencegah agar tidak terjadi salah sasaran dalam penyaluran bansos, Risma mengaku setiap hari melakukan pemutakhiran data, sesuai dengan usulan dari daerah.

“Daerah memverifikasi data selama dua minggu, lalu saya melakukan merifikasi selama satu minggu, dan satu minggu berikutnya dilakukan penyaluran bansos,” tegasnya.

Masyarakat juga bisa melakukan usul dan sanggah melalui website Kemensos, sehingga setiap saat jika ditemukan penerima bansos salah sasaran bisa langsung dicoret. Risma juga menegaskan, daerah juga memiliki kewenangan untuk mencoret warga yang sudah tidak layak menerima bansos. Risma juga mengecek langsung penyaluran BLT BBM sebesar Rp300 ribu untuk keluarga miskin di Desa Padasugih. Salah satu penerima BLT BBM, Muryati mengaku senang mendapatkan uang tunai Rp300 ribu untuk dua bulan.

“Bisa meringankan untuk belanja kebutuhan pokok, karena semua harga-harga sedang naik,” tuturnya. (305/snc)

Pos terkait