Menparekraf Sandiaga Uno Resmikan Ujicoba e-Tiket dan Gelang di Objek Wisata Penglipuran

sandiaga uno
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan transaksi e-tiket di objek wisata Desa Tradisional Penglipuran di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli. (ist) 

BANGLI | patrolipost.com – Pengelola objek wisata Desa Tradisional Penglipuran di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli kini melakukan uji coba untuk penggunaan gelang bagi wisatawan yang sudah membayar retribusi/tiket.

Penerapan perdana penggunaan gelang tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan kunjungan ke objek wisata Desa Tradisional Penglipuran pada Rabu (28/9/2022).

Bacaan Lainnya

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan digitalisasi untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan. Selain itu untuk menjadikan wisata yang berkualitas.

“Kami mendukung terus kebangkitan pariwisata. Ini juga akan membuka lapangan kerja di Bali dan khususnya di sektor pariwisata,” ujarnya.

Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa mengatakan, e-tiket sudah diterapkan dengan melayani tunai dan juga non tunai. Kini pihaknya mulai mengambil langkah untuk mengembangkan penggunaan gelang. Ketika pengunjung telah membayar tiket/retribusi maka akan diberikan gelang.

Untuk itu pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Desa Adat dan juga Pemkab Bangli. “Hari ini kami uji coba. Ke depan jika sangat membantu untuk meningkatkan pelayanan destinasi wisata Penglipuran tentu kami siap. Namun kami berharap Pemda lebih banyak berkontribusi dalam pembangunan peningkatan pelayanan,” harapnya.

Menurut Wayan Sumiarsa, dengan menggunakan gelang ini kebocoran bisa nol persen. Jika wisatawan akan masuk arel Penglipuran harus scan barcode pada gelang. Ketika belum melakukan pembayaran tiket/retribusi maka tidak bisa masuk. Diakui saat ini tingkat kebocoran sekitar 10 persen.

Sementara  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Sugiarta mengatakan jika Bupati Bangli mendorong penerapan digitalisasi. Selain untuk menekan kebocoran dan juga untuk transparansi.

Kata Wayan Sugiarta jika sudah ada pembicaraan untuk pengembangan gelang wisata tersebut, namun perlu pembahasan lebih lanjut, kaitannya dengan teknik pelaksanaan.

“Pengelola di Penglipuran menggandeng  pihak ketiga. Untuk fasilitas pendukung lainnya perlu dilakukan pembahasan,” ungkapnya. (750)

Pos terkait