Meningkatkan Strategi Pasar dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bali

whatsapp image 2023 05 18 at 14.18.42
Round Table bisnis yang digelar BPR Lestari. (foto/pp)

DENPASAR |patrolipost.com – BPR Lestari dengan layanan dan pendekatan yang berkelas mencermati sekaligus memberikan ‘information service’ yang berkembang, sekaligus relevan terhadap para stakeholder menggelar Bali Business Round Table 2023 bertajuk Prospek Indonesia (Bali) Terkini, membahas pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha kekinian di Bali. Tujuan kegiatan ini, meningkatkan strategi pasar hingga peraturan tentang jasa keuangan, khususnya terhadap nasabah dan non nasabah stakeholder Bank Lestari, menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pemaparan peluang pasar di Bali, di antaranya Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuanangan (LJK) Kantor Regional 8 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali dan Nusa Tenggara Ananda R. Mooy; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho; dan Ekonom Indonesia Faisal Basri.

Sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu mendapat pengelolaan yang baik. Sebab, diketahui bersama tidak semua harus bergerak dari sektor pariwisata (tourism). Dari 3 Kabupaten seperti Denpasar, Badung, dan Gianyar bergerak di sektor pariwisata. Kemudian, 6 Kabupaten lainnya, Buleleng, Tabanan, Negara, Klungkung, Karangasem, dan Bangli, memiliki pasar untuk dapat menyuplai sektor pertanian serta semacamnya.

Bacaan Lainnya

“Kami mengundang narasumber untuk dapat bertemu dan berinteraksi dengan stakeholder di Bali, para stakeholder supaya mengetahui informasi lengkap, termasuk dari sisi kebijakan dan pertumbuhan ekonomi. Apalagi Bali memiliki prospek pasar, seperti dibahas Pak Trisno, ada dari 6 Kabupaten mensuplai 3 Kabupaten (pariwisata). Ada 16,9 juta turis, itu suplai (bahan baku/pokok-red) dari Jawa. Mestinya ada arah ekonomi Bali yang baru,” ucap CEO & Founder Lestari Group, Alex Purnadi Chandra, Rabu (17/5/2023).

Ia menegaskan UMKM di Bali juga berkembang baik, tetapi masih perlu diperhatikan terkait konsistensi supplier di lapangan. Tentu dengan keberadaan supplier yang dapat dikelola baik, pasar, dan ekonomi Bali juga tumbuh positif, sehingga 6 kabupaten dimaksud dapat didorong supaya mampu memenuhi pasokan 3 kabupaten, salah satunya di sektor kebutuhan pokok untuk pariwisata.

“UMKM juga dibahas dengan keberadaan supplier (pemasok produk barang atau jasa-red), seperti telur, peternak ayam, dan lainnya. Pasarnya besar dan pasarnya bukan hanya di Bali saja, tetapi ada inflow 16,9 Juta penduduk yang sekarang dilayani pasar luar Bali. Ke depan ekonomi Bali bentuknya berubah tidak lagi kosentrasi hanya di pariwisata, tetapi ekonomi. 6 kabupaten lainnya, jangan ikut-ikutan pariwisata, tetapi sebaliknya 6 kabupaten di Bali (yang disebutkan) memenuhi kebutuhan 3 kabupaten tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan LJK Kantor Regional 8 OJK Bali dan Nusa Tenggara Ananda R. Mooy, membahas mengenai strategi dan peraturan terkini OJK 2023 tentang jasa keuangan. Baginya, target Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2023 memang realisasinya pada Maret 2023 masih rendah mencapai Rp1 Triliun. Hal lainnya, perpanjangan restrukturisasi tidak untuk seluruhnya (provinsi) dan juga ada pengecualian, kecuali untuk Bali, sehingga ada kekhususan.

Restrukturisasi kredit terhadap Bali, sebagai upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur, khususnya mereka yang mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya.

“Jadi hal ini karena pencarian kredit yang agak lambat tahun ini, masih 8,70%. Selain itu, OJK kini tengah memperkuat manajemen resiko, karena kita sudah berpikir ketika kebijakan (stimulus) ini berakhir kita menghindari adanya clean effect. Maka bank-bank kami minta membuat manajemen resiko dan harus bisa melihat debitur terkait, usahanya masih bisa berlanjut sampai pada masa restrukturisasi. Dan atau debitur bisa membentuk dana cadangan yang cukup untuk tetap mampu beroperasi,” katanya.

Sedangkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho membahas soal prospek perekonomian dunia usaha Bali. Ia memaparkan pertumbuhan ekonomi di Bali, di kuartal pertama 2023, tumbuh 6,604%. Tahun lalu 2022 tumbuh 4,48%. Namun, begitu Trisno meyakini dengan banyaknya pertemuan di Bali bulan Juni 2023, tentu dapat mengakselerasi kunjungan pariwisata di Bali.

“Kita tetap optimis, dengan dibukanya pariwisata Bali. Tahun 2022 wisatawannya mencapai 2,3 Juta. Tahun 2023 kita optimis bisa tumbuh di kuartal tiga sekitar 8,3 persen. Saya kira kunjungan wisatawan yang datang ke Bali, akan tumbuh baik dan mereka tingkat menengah ke atas, apalagi kita ketahui harga tiket pesawat sekarang cukup tinggi,” katanya.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda), diungkapkan Trisno dapat dikelola dengan didukung membuka pasar induk di masyarakat Kabupaten/Kota. Perumda di Tabanan dan Buleleng, telah berjalan sukses dan dapat menjadi contoh kabupaten lainnya di Bali.

“Saya dari dulu mendengungkan kalau UMKM dan Perumda Bali itu bagus. Perumda yang sudah berhasil jalan ada di Tabanan dan Buleleng, khususnya memenuhi kebutuhan pokok. Perumda juga harus memiliki relasi di Pulau Jawa, untuk dapat mengecek naik dan turunnya harga barang,” tandasnya.

Termasuk pandangan dari Ekonom Indonesia Faisal Basri mengenai topik tantangan dan harapan perekonomian Indonesia. Dari catatannya, Bali memiliki potensi ekonomi yang positif baik, tetapi harus didukung dengan supplier terpercaya. (wie)

Pos terkait