Mengalir Dukungan Bagi AHY, Desak Pecat Kader “Mbalelo”

Kader DPC Partai Demokrat Kabupaten Bangli. 

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR | patrolipost.com – Isu kudeta yang berembus di kalangan Partai Demokrat rupanya tak menggoyahkan kader partai berlambang mercy yang ada di daerah. Justru  dukungan terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) terus mengalir, baik dari DPD ataupun DPC Partai Demokrat. Salah satu dukungan datang dari DPC Partai Demokrat Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, melalui surat “Kesetiaan dan Kebulatan Tekad”.

“Kami tetap dalam pendirian kami mendukung dan patuh pada kepemimpinan Bapak Agus Harimukti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” sebut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bangli, Komang Carles, yang dihubungi melalui selulernya, Rabu (23/2/2021).

Ada tiga poin yang tertuang dalam surat “Kesetiaan dan Kebulatan Tekad” antaranya,

1. Setia dan tunduk patuh kepada Partai Demokrat dan Kepemimpinan Ketum Bapak Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua MTP Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, hasil Kongres V Partai Demokrat tanggal 15 Maret 2020, yang dilakukan secara demokratis, dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui SK No . M.HH-09.AH.11.01 tanggal 18 Mei 2020 tentang Pengesahan Perubahan AD / ART Partai Demokrat dan M.HH-15.AH.11.01 tanggal 27 Juli 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan DPP Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025. 2. Bertekad untuk melawan seluruh upaya pengkhianatan dan makar, serta gerakan inkonstitusional lainnya yang bertentangan dengan AD / ART dan kode etik Partai Demokrat, 3. Bertekad untuk bersatu dan solid dibawah kepemimpinan Ketum AHY guna membangun kebesaran Partai Demokrat untuk memperjuangkan harapan rakyat dan memenangkan Pemilu  depan.

Sementara itu santer beredar informasi dari kalangan internal partai desakan untuk memecat kader “mbalelo” seperti halnya Jhoni Allen Marbun beserta kroninya yang diduga terlibat dalam isu kudeta partai terus mengemuka.  Para kader menganggap mereka penghianat partai yang harus dibersihkan, militansi mereka selaku kader partai kembali dipertanyakan. Secara tegas para kader juga tak sudi jika harus satu perahu dengan para penghianat yang telah menodai kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimukti Yudhoyono (AHY). (wie)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait