Klaster Keluarga, Upacara Lanjutan Ngeroras Ngaben Massal Gunaksa Ditunda

Ilustrasi. (net)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Rangkaian lanjutan Ngerorasin upacara Meajar ajar ngaben massal di Desa Adat Gunaksa, Dawan, Klungkung yang rencananya diadakan tanggal 14 Juli 2021 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Menurut info di Polres Klungkung menyebutkan penundaan itu terjadi dikarenakan 13 orang keluarga peserta ngaben masal di Banjar Patus ,Desa Gunaksa terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes sweb yang dilaksanakan 12 Juli 2021 lalu.

Sementara itu Camat Dawan, Klungkung Dewa Widiantara dihubungi terpisah terkait adanya warga yang mengikuti acara Ngaben Masal di Gunaksa terkonfirmasi Covid 19 ,menyatakan memang diduga seperti itu sekarang ini masih dilakukan treecing lanjutan.

“Informasi dari kadus juga seperti itu. Ngaben masal di Banjar Patus, Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung yang dimulai 26 Juni ,sekarang dilanjutkan dengan lanjutan upacaranya dengan acara pengeroras. Acara ngerorasnya infonya dilakukan pagi ini mau upacara ngangkid, karena sudah terjadi terkonfirmasi pandemi ,kemarin saya kumpulkan panitia dan satgas desa, akhirnya kami sepakati untuk ditunda tahapannya sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Camat Dewa Widiantara tegas.

Lebih lanjut Camat Widiantara memastikan saat ini masih fokus pemulihan dulu. Sampai saat ini memang terkonfirrmasi 13 orang positif Covid-19. Ketiga belas orang itu dari 5 rumah beberapa keluarga tersebar tidak hanya dari Banjar Patus saja. Mereka sekarang diisolasi mandiri yang satu keluarga. Selebihnya dan masih koodinasi ke satgas. kalau memang di sana untuk isolasi, satgas yang akan sampaikan.

“ Yang satu keluarga minta isolasi mandiri. Situasi di lapangan kita minta back up dari TNI, Polri untuk melakukan penyekatanan. Khusus di desa Gunaksa penyekatan diketatkan. Untuk Upakara Ngerorasin kemarin sudah sepakat akan ditunda sampai batas waktu tidak ditentukan. Tahapan ngangkid hari ini. Termasuk salah satunya jro bendesa juga terkonfirmasi. Sudah kami sampaikan dinas kesehatan. Ingatkan warga? Ya imbauan kita upaya pemerintah lakukan penyekatan untuk membatasi mobilisasi masyarakat untuk mencegah penularan. Di bawah kita awasi prokes. Kita harap kesadaran masyarakat kembali. Walau situasi sulit, imbauan pemerintah terkait prokes harus tetap dilaksanakan. Sudah koordinasi dengan perbekel dan bendesa, optimalkan lagi dengan satgas gotong royong,” imbuhnya.

Sementara itu terkait adanya warga yang terkonfirmasi Covid-19 saat laksanakan runtutan upacara ngaben massal di Banjar Patus, Desa Gunaksa yang dilaksanakan sejak Kamis (24/6) lalu , Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyatakan membenarkan ada warga Gunaksa yang terkonfirmasi positif Covid 19. Menurutnya saat ini untuk di Klungkung sebanyak 110 orang diketahui positif Covid 19.

“Dari yang dirawat 110 orang tersebut ,dimana sebanyak 27 orang dirawat di Rumah Sakit tersebar di RSU Permata Hati 1 orang, di RSU Gemasanti 2 orang, di RSU Bali Mandara 1 orang, di RSU Sanglah 2 Orang, di RSU Graha Medika 1 orang, di RS Primamedika 2 orang, di RSU Bayangkara 1 orang, dan di RSU KLungkung 16 orang . Sedeangkan yang diisolasi di Hotel 33 orang dan isolasi mandiri sebanyak 60 orang,” beber Bupati Suwirta, seraya meminta wartawan silahkan lihat data aplikasi.

Pemkab Klungkung ,terkait dengan program ngaben massal berupaya membantu meringankan sebagian biaya uapacara ngaben massal warga. Bupati Suwirta berharap semoga seluruh rangkaian upacara yadnya ini bisa berjalan dengan lancar. Warga juga sudah dihimbau Bupati, untuk taat dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun seluruh warga gunaksa telah menjalani vaksinasi covid-19.

Sementara itu sebelumnya Bendesa Adat Gunaksa Nengah Aryanta Terkait Upakara ngaben masal di Desa Adat Gunaksa ini menyatakan dalam upacara ngaben massal kali ini diikuti sebanyak 49 sawa, dimana pihak keluarga masing masing sawa dikenakan biaya sebesar Rp 2 juta. (855)

Pos terkait