Kisah Martinus Halim, Empat Tahun hanya Berbaring dan Duduk karena Lumpuh

halim
Martinus Halim di tempat pembaringannya lantaran sakit lumpuh yang diseritanya selama 4 tahun. (rob)

BORONG | patrolipost.com – Empat (4) tahun menderita sakit lumpuh dan terkurung dalam rumah, itulah kondisi Martinus Halim (54). Pria asal Kampung Heso, Desa Golo Wune, Kecamatan Lambaleda Selatan, Manggarai Timur, NTT tersebut bahkan tidak bisa berperan sebagai tulang punggung keluarga lantaran sakit yang dideritanya memaksa dia untuk terus berdiam di rumah.

Kepada patrolipost.com, Minggu (8/10/2023) Martinus menuturkan sakit yang dideritanya sudah mulai sejak 4 tahun yang lalu dan kondisinya tidak berubah sampai sekarang yakni lumpuh dan tidak bisa jalan.

Bacaan Lainnya

“Sakit yang saya derita ini sudah berlangsung selama 4 tahun. Sudah ada upaya pengobatan namun kondisi tetap tidak berubah. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali duduk dan berbaring. Kondisi seperti ini saya jalani setiap hari,” ungkap Martinus.

Martinus dan istrinya beserta dua anak perempuannya pun bersandar pada anak laki-lakinya yang sudah beristri dan mempunyai dua anak untuk menafkahi mereka.

“Saya masih sebagai tulang punggung keluarga namun tidak bisa bekerja karena kondisi ini. Saya hanya bisa pasrah dengan keadaan,” imbuhnya.

Martinus pun menuturkan, selama 4 tahun menderita sakit, dia tidak pernah mendapat uluran tangan untuk bisa mengubah kondisinya. Sementara itu, untuk bantuan sosial dari pemerintah, Martinus mengakui mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Untuk Bansos, kami dapat bantuan PKH, namun untuk perhatian secara khusus karena kondisi saya yang lumpuh, belum ada,” katanya.

Martinus berharap sekiranya ada orang baik yang tergerak hatinya untuk menolong. Dia inginkan kesembuhan di tengah segala kekurangan yang mereka miliki.

“Saya juga harapkan bantuan kursi roda agar tidak hanya berbaring dan duduk setiap hari, tapi sesekali keluar rumah agar tidak jenuh dengan kondisi sakit yang saya derita,” pungkasnya.  (pp04)

Pos terkait