Ketua Dekranasda Gianyar Menjadi Panelis dalam Forum E-Public International

Ketua Dekranasda Gianyar, Ny Surya Adnyani Mahayastra menjadi panelis dalam Pentingnya Membangun Kemitraan antar Kota kerajinan Dunia, dalam Forum E-Publik International, (kominfo/eni)

GIANYAR | patrolipost.com – Kabupaten Gianyar sebagai salah satu kota kerajinan dunia (World Craft City) sudah diakui dunia internasional. Hal ini dibuktikan dengan ditunjuknya Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny Surya Adnyani Mahayastra sebagai salah satu panelis untuk The 2021 International Summer on World Batik City, menyeimbangkan ekonomi kreatif dan Konservasi Warisan Saujana untuk Membina SDGs.

Ny Surya Adnyani Mahayastra memaparkan materi tentang Forum E- Publik Internasional Pertama tentang Menciptakan Kerjasama dan Kemitraan antar Kota Kerajinan Dunia serta Lembaga Budaya di seluruh dunia.

Pemaparan secara virtual di Command Center Kantor Bupati Gianyar, Sabtu (17/4) disaksikan oleh DR Laretna T Adishakti, M.Arch , koordinator dan dosen di Center for Heritage Conservation, jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik UGM Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Hemas Ketua Dekranasda Yogyakarta dan 4 orang panelis lainnya seperti H.E Tantowi Yahya Indonesian Ambassador New Zealand, Prof DR Rahadi Ramelan, Chairman of The Council of Expert Indonesian Batik Foundation, Minister of Industry and Trade, Republic of Indonesia, Nguyen Duc Tang, Chair Person,Southeast Asian Cultural Heritage Alliance/ SEACHA Vietnam dan Edric Ong, Architect & fashion Designer, the Presiden of Society Atelier Sarawak.

Sebagai salah satu panelis Ny Surya Adnyani Mahayastra, memaparkan sejarah kerajinan di Kabupaten Gianyar yang sangat beragam, mulai dari budaya, nilai, kesinambungan, nilai global, ekonomi hingga jenis-jenis kerajinan. Di 7 kecamatan di Kabupaten Gianyar terdapat berbagai jenis kerajinan yang menjadi ciri khas mereka yang membuat keragaman kerajinan di Gianyar. Seperti Desa Celuk terkenal dengan kerajinan perak, Desa Singapadu dengan kerajinan batu padas, Desa Beng Gianyar dengan kerajinan baju barong, Desa Tampaksiring dengan kerajinan tulang dan lain-lainnya.

Dari keragaman tersebut, bagaimana menciptakan kemitraan merupakan tantangan sendiri bagi istri Bupati Gianyar Made Mahayastra. Sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar dirinya dengan dukungan dari pemerintah banyak melibatkan perajin dalam program-program kota sebagai WCC Tahunan, HUT Kota Gianyar, pameran dan pementasan dalam Bekraf Festival hingga kunjungan komparatif ke Kota WCC (Yogyakarta).

“Tahun depan kami berencana akan mengadakan seminar internasional tentang kota kerajinan dunia bersama anggota WCC dan mengadakan Heritage Tour Gianyar,” papar Ny Surya Adnyani Mahayastra.

Sedangkan untuk kemitraan dengan institusi internasional, dimana pada tahun 2018 telah mengikuti World Conference on Creative Economy, UN WTO Ubud serta mendukung eksport kerajinan dengan Kadin Gianyar. Untuk strategi kedepannya, menurut Ny Surya Adnyani Mahayastra, pihaknya akan melakukan penguatan regulasi tentang perlindungan terhadap produk kriya dalam 5 proses kreatif yakni kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi. Meningkatkan peran akademisi kriya, memperluas akses bahan baku untuk pengembangan kerajinan yang lebih beragam.

“Kami juga akan mendukung semua kegiatan kepariwisataan yang memberikan ruang pada para pelaku perajin untuk mengembangkan diri dan produk, disamping juga mendorong UMKM untuk ikut pameran skala nasional dan internasional sepert Inakraf, Krafina, Kriya Nusantara, Trade Expo Indonesia dan lain-lainnya,” jelas Ny Adnyani Mahayastra lebih lanjut.

Masalah para perajin bertahan dalam situasi pandemi juga tidak lepas dari perhatian Ny Surya Adnyani Mahayastra. Dalam pemaparannya dijelaskan, pihaknya bersama pemerintah memberikan bantuan alat kerja dan akses permodalan yang bersumber dari CSR sebagai stimulus pembangkit ekonomi perajin, optimalisasi penjualan online melalui marketplace maupun website yang dikembangkan sebagai plafon penjualan online oleh pemerintah. Disamping juga diberikan pelatihan peningkatan kapasitas untuk para perajin pada bidang masing-masing.

Sementara itu, DR Laretna T Adishakti M.Arch selaku moderator mengatakan, acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan the 2021 International Summer Course on Yogya World Batik City: Balancing Creative Economy and Heritage, Saujana Conservation to Foster SDGs. Program ini terdiri dari forum publik internasional, rangkaian kuliah, virtual tour dan virtual fashion show, Jogja Batik dari tanggal 9 April- 13 Juni 2021.

Menurut DR Laretna, untuk International E-Publik Forum yang juga dibuka untuk umum di seluruh dunia, akan ada 5 forum publik internasional yang akan diselenggarakan dengan sub topik, menciptakan kerjasama dan kemitraan antara kota kerajinan dunia dan lembaga kebudayaan dunia, kerajinan organik dan konservasi warisan saujana, peran masyarakat dalam pelestarian warisan budaya dan alam, warisan budaya tak benda dan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi warisan dan mempromosikan SDGs. Karena Kabupaten Gianyar ditetapkan sebagai kota kerajinan dunia, menurut DR Laretna, maka dipilih menjadi panelis dalam E-Publik Forum. (kominfo/eni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.