Keruk Sampah di Gorong-gorong, Dinas PUPR Perkim Bangli Turunkan Alat Berat

pengelontoran sampah
Petugas angkat sampah yang menyumbat saluran drainase areal Alun-alun Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Pasca saluran drainase tersumbat sampah hingga sebabkan trotoar depan Alun-alun Bangli ambrol, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Bangli lakukan penggelontoran (pembersihan). Dalam penggelontoran selain menurunkan alat berat juga dilakukan secara manual. Namun proses penggelontoran hingga tuntas butuhkan waktu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Lega Suprapto mengatakan, melubernya air hingga ke badan jalan  dan juga merusak trotoar depan Alun-alun  murni karena saluran drainase tersumbat sampah. Jenis sampah pun beragam, mulai dari balok kayu, batang pohon pisang, selang regulator gas, sampah plastik, sisa sarana upacara, botol bekas hingga sampah rumah tangga.

Bacaan Lainnya

“Untuk pembersihan kami turunkan alat berat dan juga tenaga penggelontor,” ujarnya, Selasa (21/6/2022).

Lanjut Lega Suprapto sebanyak 9 petugas penggelontor diturunkan untuk mengangkat tumpukan sampah di saluran drainase.

“Petugas penggelontor  turun untuk menarik sampahnya dari dalam gorong-gorong. Mereka bekerja secara bergantian tiap 10 menit. Karena di dalam pengap dan minim oksigen,” jelas Kabid asal Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani ini.

Sesuai rencana pembersihan sampah dilakukan dari Patung Nara Singa hingga ke Utara, tepatnya di Selatan Kantor PLN Bangli dengan panjang sekitar 500 meter. Kendati demikian, pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan pembersihan ini selesai.

“Untuk drainase depan Alun-alun  kami target selesai hari ini. Tapi pembersihan secara keseluruhan, kami tidak bisa memastikan. Karena lama pengerjaan tergantung volume sampah yang ada,” sebutnya.

Menurut Wayan Lega, penyumbatan sampah-sampah ini akibat hilangnya jaring besi yang dipasang oleh Bidang Cipta Karya beberapa tahun lalu. Padahal jaring tersebut bertujuan agar sampah-sampah besar tidak masuk ke gorong-gorong.

“Rencananya kami akan kembali memasang jaring besi di tempat awal dan di beberapa titik lagi, sehingga ke depan saat terjadi hal serupa, pengerukan sampah dilakukan di saluran yang terpasang jaring. Selain itu kami juga berharap ada perubahan sikap dari masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” harapnya.

Di sisi lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Putu Ganda Wijaya mengungkapkan, sesuai hasil pemantauan pihaknya penyumbatan akibat sampah juga ditemukan di beberapa titik. Diantaranya sebelah barat Kantor MDA, sebelah Barat SDN 7 Kawan, serta di Barat Terminal Loka Celana.

“Kami akan segera turunkan petugas untuk lakukan pembersihan,” ujarnya singkat. (750)

Pos terkait