Kemenparekraf Pastikan Ketersediaan SDM Pariwisata Terintegrasi di Labuan Bajo Terpenuhi

kemenparekraf
Pelaku Ekraf di Labuan Bajo mengikuti Biannual Tourism Forum Kemenparekraf di Jayakarta Hotel, Rabu (5/10/2022). (afri)

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menunjang keberlangsungan industri pariwisata di Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi fokus utama pemerintah.

Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi kerjasama antara Kementerian PPN/Bappenas, Kemenparekraf, KemenPUPR, dan Kementerian Investasi/BKPM dengan menghadirkan  Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB).

Bacaan Lainnya

Oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata, upaya ini diwujudkan dengan menggelar Biannual Tourism Forum Kemenparekraf.

Mengusung tema Peningkatan Kapasitas SDM Pariwisata dalam Mendukung Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi, Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata bekerjasama dengan Bank Dunia untuk meningkatkan partisipasi lokal dalam perekonomian pariwisata melalui pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia melalui program-program pemberdayaan masyarakat.

“Pariwisata sebagai sebuah industri, sangat bergantung pada keberadaan manusia. Proses bisnis pariwisata adalah interaksi dari manusia yang berperan sebagai produsen dan konsumen, sehingga menjadikan sumber daya manusia berperan sebagai motor penggerak bagi kelangsungan industri pariwisata di suatu destinasi pariwisata,” ujar Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf  Dr Frans Teguh MA.

Sementara itu Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf, Florida Pardosi menyampaikan, program BTF merupakan salah satu program berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf sejak tahun 2019 di Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Indonesia termasuk Labuan Bajo.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Program Biannual Tourism Forum yang sebelumnya telah dilaksanakan tahap I di 3 Destinasi Pariwisata Prioritas (Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan), dan dilanjutkan kembali pada tahap II di 3  Destinasi Pariwisata Prioritas (Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo, dan Wakatobi),” ujarnya.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menambahkan komitmen membangun DPSP Labuan Bajo menjadi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan oleh pemerintah pusat dengan mengucurkan anggaran mencapai lebih dari Rp 3,7 triliun sejak 2020 lalu kini menarik potensi investasi lebih dari sebesar Rp 11,2 triliun yang masuk ke Labuan Bajo sepanjang tahun 2022.

Shana menyebutkan, BPOLBF sebagai satuan kerja di bawah Kemenparekraf tentu akan memastikan pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM yang mumpuni dan memadai, serta membantu mengembangkan produk-produk UMKM Ekraf berkualitas yang sudah pasti akan sangat dibutuhkan untuk dapat mengisi kebutuhan bursa industri Pariwisata Labuan Bajo.

“Program ekosistem Floratama Creative Hub menginkubasi kesiapan SDM pelaku sektor parekraf dari pekerja hingga wirausaha untuk menumbuhkan ekosistem parekraf sehat dan berkualitas di Labuan Bajo. Floratama Academy untuk inkubasi usaha parekraf, Ideathon, untuk pelatihan event dan festival yang diharapkan dapat melahirkan EO yang berkualitas di Labuan Bajo dan kawasan Floratama, Floratama Production serta Pasar Floratama untuk membantu perluasan akses pasar untuk produk-produk yang dihasilkan para pelaku UMKM yang telah memenuhi standar kualitas pasar pariwisata, serta Floratama Travel Pass untuk membangun travel pattern tematik baru sampai ke pelosok,” tegas Shana.

Biannual Tourism Forum digelar di Jayakarta Suites Komodo, Labuan Bajo selama 3 hari, mulai 03 – 05 Oktober 2022. Turut hadir dalam forum ini, Kadisparekrafbud Manggarai Barat, Koordinator Manajemen Strategis 3, Direktorat Manajemen Strategis Kemenparekraf, perwakilan dari Lembaga Pendidikan, Asosiasi, Pelaku Pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Manggarai Barat yang dalam Forum Pariwisata ini turut memberi masukan dan gagasan untuk mengoptimalkan Program P3TB khususnya sektor pengembangan ekonomi lokal yang ditopang SDM serta UMKM parekraf setempat. (334)

Pos terkait