Kejari Siap Investigasi Kerusakan Bangunan Pasar Pujaan Jokowi

Ornamen di dekat pondasi Pasar Badung yang jebol.

DENPASAR | patrolipost.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar ternyata tidak tinggal diam terkait jebolnya ornamen dinding di sisi barat pondasi Pasar Badung, Denpasar. Korps Adhiyaksa ini akan melakukan kajian terkait kerusakan gedung yang diresmikan Presiden Jokowi pada 22 Maret 2019 lalu.

Saat dikonfirmasi, Kasi Intel Kejari Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma, membenarkan jika pihaknya akan turun ke lapangan atas temuan kerusakan bangunan yang dinilai Jokowi memiliki arsitektur paling baik se-Nusantara itu.

Bacaan Lainnya

“Besok (Senin, 16/12/2019) kami akan turun ke lapangan,” ujar Gung Ary ditemui, Minggu (15/12).

Diketahui, dalam pembangunan Pasar Badung, Kejari Denpasar merupakan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D). Terhitung ini sudah kali kedua Kejari Denpasar mengecek kondisi bangunan yang berada di Jalan Gajah Mada Denpasar tersebut.

Sebelumnya, pihak Kejari Denpasar ikut ambil bagian saat Komisi III Denpasar melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Selain itu, masih kata Gung Ary, pihaknya melakukan pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar serta rekanan yang mengerjakan pada Jumat (13/12) lalu.

“Hasi rapat dengan Dinas PUPR disepakati akan membuat kajian dengan melibatkan para ahli. Kami segera melakukan kajian terkait jebolnya tembok tersebut,” kata Jaksa berambut klimis ini.

Terkait apakah ada kemungkinan kejaksaan melakukan investigasi dan membawa kasus ini ke tahap penyelidikan, Gung Ary menyebut semua tergantung pada hasil kajian tim yang turun ke lapangan. Pihaknya memerlukan informasi dan data yang akurat untuk melakukan kajian. “Apakah memang ada kesalahan pada perencanaan dan pelaksanaannya, atau memang murni karena pergeseran struktur tanah,” jelas pria asal Gianyar ini.

Kejari Denpasar bersama pihak terkait memang harus bekerja ekstracepat. Pasalnya, sebagian besar pedagang ketir-ketir terhadap kondisi fisik bangunan pasar. Mereka takut kerusakan meluas ke bagian lain.

Sebelumnya, Kadis PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy kepada awak media mengatakan, pemeliharaan Pasar Badung berakhir pada 28 Desember. Karena itu, kerusakan akan diperbaiki. Baik perbaikan kecil, besar, maupun kajian teknisnya untuk mengetahui kerusakannya di struktur utama atau struktur tempelan.

Gedung garapan CV Nindya Karya itu sejatinya empat bulan setelah pemasangan ornamen Bali sudah mulai tampak retak rambut. Bahkan, semakin hari semakin melebar. Namun, saat itu pihak pemborong mengatakan tidak apa-apa karena bagian yang retak tidak terkena struktur bangunan. Selain ornamen yang jebol, dilaporkan adanya kerusakan lain seperti WC, basemen, dan tempat pembuangan sampah. (426)

Pos terkait