Jenazah 2 Siswa Magang yang Tewas di Jepang Segera Dipulangkan

BANGLI | patrolipost.com – Jenazah dua orang siswa magang dari Yayasan Dwipahara yang tewas di Jepang atas nama I Wayan Ada, (22) dan I Wayan Ariana, (21) segera dipulangkan. Rencananya jenazah pemuda asal Karangasem tersebut diberangkatkan dari Bandara Narita Jepang. Sebelumnya, keduanya dikabarkan meninggal akibat tenggelam di Sungai Warashina Perfktur Shizuoka Jepang.

Penanggungjawab Yayasan Dwipahara Bangli, I Nyoman Gede Nuada mengungkapkan bahwa Wayan Ada merupakan warga Banjar Dinas Pempatan, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang Karangasem, dan Wayan Ariana asal Banjar Dinas Waringin, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang Karangasem.

Nyoman Nuada menerangkan, Wayan Ariana dan Wayan Ada mengikuti program magang selama tiga tahun. Keduanya magang di perusahaan yang berbeda namun dengan kedua peruhasaan bergerak di bidang konstruksi. Dikatakan, jika Wayan Ariana sudah magang sejak bulan Maret 2017 lalu dan direncanakan pulang pada Maret 2020 mendatang. Sedangkan Wayan Ada belakangan berangkat magang, sehingga pulangnya pada tahun 2021.

“Sebelum mengikuti proses magang, selama 8 bulan dulu belajar di sini,” ungkapnya Selasa (6/8) di yayasan yang berlokasi di Banjar Metra Kaja, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli.

Sedangkan terkait kejadian yang menimpa kedua peserta magang tersebut, Nyoman Nuada mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada hari Minggu (4/8) dan itu diluar jam kerja.
“Kami sendiri mendapat kepastian Senin (5/8) kemarin, terkait hal tersebut kami langsung melakukan koordinasi dengan Keduataan Besar di Jepang serta pihak perusahaan tempat magang,” akunya.

Disinggung terkait pemulangan kedua jenazah, Nyoman Nuada mengatakan jenazah rencana dipulangkan Jumat (9/8) mendatang. Dari pihak yayasan sendiri sudah memberangkatkan perwakilannya ke Jepang untuk mengurus proses pemulangan jenazah keduanya.
“Petugas kami sudah berangkat ke Jepang kemarin (Senin, red) dan sekarang sudah di Jepang untuk memproses pemulangan jenazah,” sebutnya.

Selain itu, staf Yayasan Dwipahara membawa surat kuasa dari keluarga untuk pemulangan jenazah peserta magang. “Jenazah nantinya akan diberangkatkan dari Bandara Narita Jepang menuju Denpasar, selanjutnya akan dibawa ke rumah duka di Karangasem,” paparnya.

Sembari menunjukan data peserta magang, Nyoman Nuada menyebutkan pemulangan jenazah sendiri ditanggung oleh asuransi. Yang mana keduanya memiliki asuransi peserta magang. “Ketika mereka sampai di Jepang, langsung masuk asuransi. Jadi, ketika terjadi sesuatu hal dapat dicover oleh asuransi,” ujarnya.

Di sisi lain, menanggapi adanya tudingan bahwa kedua tenaga kerja itu illegal, Nyoman Nuada menjelaskan, keduanya statusnya magang. Ditegaskan, keduanya pun diberangkatkan magang secara legal, terlebih lagi yayasan yang menaunginya sudah mengantongi izin dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

“Kami di Lembaga Pelatihan Kerja Dwipahara sudah mengantongi izin penyelenggaraan pemagangan di luar negeri. Program ini sudah berdiri sejak 2006. Untuk peserta magang datanya bisa dicek, karena sudah terdaftar termasuk perusahaan tempatnya magang,” jelasnya.

Lebih lanjut, disampaikan program magang berbeda dengan TKI, yang mana program magang untuk melatih siswa, kemudian setelah mendapatkan ilmu di Jepang diharapkan bisa diimplementasikan di sini. Jika TKI, orientasi pada penghasilan.
“Untuk program magang sendiri berlangsung selama tiga tahun, jika siswa dinilai kinerja bagus, maka bisa panggil lagi oleh perusahaan, bisa ditambah 2 tahun lagi,” terangnya. Jika sudah lebih dari itu, status tidak magang lagi, tetapi sudah masuk tenaga kerja.

Nyoman Nuada juga mengungkapkan, bahwa di media sosial ada oknum yang mengumpulkan sumbangan untuk pemulangan jenazah Wayan Ada dan Wayan Ariana. Hanya saja pihaknya belum tahu kebenarannya. Pasalnya, setelah koordinasi dengan pihak keluarga, bahwa pihak keluarga tidak mengetahui orang tersebut.

“Kami belum tahu kebenarannya, jika memang berniat membantu selayaknya izin dulu dengan pihak keluarga. Terkait hal ini kami akan cek kembali. Yang jelas pemulangan jenazah ditanggung asuransi,” tutupnya. (sam)

Pos terkait