Jelang Konprov, Rektor IKIP PGRI Calon Kuat Ketua PGRI Bali

Pengamat Pendidikan, IB Drs Sudiarta Spd MSi.

DENPASAR | patrolipost.com – Rektor IKIP PGRI Bali Dr Made Suarta, SH, MHum menjadi calon terkuat menggantikan Dr I Gde Wenten Aryasudha MPd sebagai Ketua PGRI Bali masa bakti 2020 – 2025. Siapa yang akan memimpin organisasi guru ini akan ditentukan dalam Konferensi Provinsi (Konprov) PGRI, Sabtu (11/1/2020) besok.

Menguatnya nama Made Suarta diakui mantan pengurus PGRI Provinsi Bali yang juga kepala sekolah di Denpasar, Drs IB Putu Sudiarta SPd, MSi. Menurutnya, Rektor IKIP PGRI merupakan salah satu tokoh yang layak memimpin PGRI Bali lima tahun ke depan. Disamping ada beberapa nama lain, yakni para Ketua PGRI kabupaten/kota di Bali.

Bacaan Lainnya

“Kita berharap Konprov PGRI lebih baik dan menghasilkan kepengurusan PGRI yang mampu mengantarkan organisasi lebih baik ke depannya. Meski belum banyak muncul calon yang akan menggantikan Dr I Gde Wenten Aryasudha MPd yang sudah dua kali menjabat Ketua PGRI  di Bali, namun beberapa kabupaten/ kota dan cabang sudah mulai mengirimkan nama-nama calon pengurus yang diusungnya dalam Konprov ini,” katanya.

Menurut Gus Sudiarta, setiap pengurus kabupaten/kota dan cabang sudah mengirimkan nama-nama yang akan dijadikan pengurus PGRI Bali ke depan. Ada sekitar 150 dari komposisi pengurus di provinsi sebanyak 25 nama akan disaring melalui pemilihan sesuai kompetensi dan kesiapannya untuk melaksanakan program lima tahun ke depan.

Ketika ditanya, nama-namanya yang muncul dalam kasak kusuk persiapan Konprov,  Gus Sudiarta menyebut beberapa nama yang berpotensi menggantikan Aryasudha, seperti Wayan Tur Adnyana (Ketua PGRI Kabupaten Badung), Nyoman Winata (Ketua PGRI Kota Denpasar), Mercy Gigir (Sekum PGRI Bali), Made Suartha (Rektor IKIP PGRI Bali) dan Wayan Gabra (Ketua PGRI Gianyar).

Namun, lanjut Sudiarta, tidak menutup kemungkinan munculnya nama-nama baru menjelang konprov, masih terbuka nama-nama yang potensi untuk menduduki jabatan ketua PGRI Bali.

“Saya kira masih bisa dan terbuka kawan-kawan yang lain untuk maju dan berminat memajukan organisasi besar (PGRI) ini,” ujarnya.

Ketika didesak, Gus Sudiarta yang mantan wartawan berprestasi menerima Anugerah Jurnalistik oleh PWI Pusat  itu, mengaku belum tertarik menjadi ketua, cukup membantu ketua saja. Dan apapun program ketua dan pengurus akan selalu didukung selama program itu menjadi bagian dari program peningkatan kesejahteraan guru, martabat guru dan kualitas pendidikan pada umumnya dan khususnya di Provinsi Bali.

“Saya belum tertarik jadi ketua, tetapi saya tetap bantu dan support siapa pun terpilih menjadi ketua nantinya,” ujarnya mengakhiri.

Sementara itu dukungan kepada Rektor IKIP PGRI Bali, Dr Made Suarta, SH, MHum menjadi bakal calon (bacalon) Ketua PGRI Bali semakin menguat. Selain pengamat Pendidikan, dukungan juga muncul dari beberapa Pengurus PGRI kabupaten/kota di Bali.

Pengamat Pendidikan, Dr Drs I Made Gde Putra Wijaya, SH, MSi menilai, jika melihat dari track record Made Suarta, maka sangat layak untuk dipertimbangkan menahkodai organisasi guru ini.

“Saya kira rekam jejak dan juga komitmen beliau terhadap PGRI sangat banyak, sehingga saya kira layak untuk dipertimbangkan menjadi ketua,” kata Putra Wijaya.

Menurutnya, Rektor IKIP PGRI Bali Made Suarta sejak awal IKIP PGRI berdiri di tahun 1983, sudah memiliki keterlibatan dalam pengabdian di PGRI. Bahkan, tidak hanya sebatas pengabdian sebagai rektor saja, melainkan dari bawah yakni dari menjadi pegawai staf pengajar di bawah binaan PGRI.

“Jadi beliau ini sangat faham betul tentang PGRI. Baik itu terkait apa yang harus dilakukan dan diperjuangkan terhadap profesi guru ini,” bebernya.

Sementara itu hingga Jumat (10/1/2020) sore sedikitnya ada 6 cabang PGRI yang menyatakan dukungannya kepada Made Suarta yakni Pengurus Kabupaten Karangasem, Klungkung, Bangli, Tabanan, Jembrana, dan Buleleng. (*/807)

Pos terkait