Jelang Arakan Ogoh-ogoh, DLH Bangli Pangkas Pohon Perindang

pemangkasan pohon
Suasana pemangkasan pohon perindang di ruas Jalan Nusantara Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Menjelang hari Pengrupukan atau sehari sebelum hari raya Nyepi yang identik dengan mengarak ogoh-ogoh, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli memangkas pohon perindang. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu kelancaran arakan ogoh-ogoh yang menggunakan badan jalan.

Kadis DLH Bangli, Putu Ganda Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan, pemangkasan pohon perindang dilakukan menindaklanjuti surat permohonan yang disampaikan masyarakat. Proses pemangkasan yang dilakukan petugas DLH berlangsung hingga larut malam.

Bacaan Lainnya

”Surat permohonan dari masyarakat sudah kita terima seja awal bulan lalu, pemangkasan dilakukan di empat kecamatan,” ungkapnya, Minggu (19/3/2023).

Adapun untuk pemangkasan dilakukan di ruas jalan yang nantinya akan jadi rute dalam mengarak ogoh- ogoh. Khusus untuk pemangkasan di ruas jalan utama Kota Banglii seperti Jalan Nusantara, Jalan Desa Tamanbali dilakukan pada malam hari. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalin.

”Tergantung volume atau jumlah pohon yang dipangkas. Jika jumlah pohonnya banyak pengambilan pekerjaan bisa hingga larut malam,” kata Kadis asal Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang, Bangli ini.

Dalam setiap proses pemangkasan, kata Ganda Wijaya diturunkan armada Skylift dengan jumlah petugas yang diturunkan sebanyak 8 orang yang terdiri dari petugas pengakut dan pemotong.

”Astungkara semua berjalan lancar, animo masyarakat sangat tinggi bahkan untuk mempercepat proses pemangkasan,  masyarakat bantu petugas angkat dahan pohon yang dipangkas,” sebutnya.

Dari pantauan tampak beberapa petugas dari DLH Bangli lakukan pemangkasan pohon perindang di ruas Jalan Nusantara yang nantinya akan jadi rute mengarak ogoh-ogoh. Proses pemangkasan dilakukan malam hari. Dalam pemangkasan diturunkan satu unit mobil skylift, satu unit mobil truk pengangkut. Guna mempercepat proses pemangkasan dibantu pecalang hingga Seka Teruna Teruni (STT). (750)

Pos terkait