Jasa Sewa Alat Berat Milik PUPR Bangli Lumayan ‘Laris’

Alat berat milik Dinas PU saat beroperasi. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Permintaan sewa alat  berat milik Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Bangli cukup banyak. Bahkan ada beberapa penyewa yang harus antre untuk dapat giliran. Meski demikian, pendapatan dari sewa alat berat baru mencapai Rp 32 juta.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas PUPR Perkim Bangli, Putu Dedy Upariawan mengatakan, belakang memang banyak permintaan sewa alat berat namun lebih banyak untuk pelayanan masyarakat. Diakui 3 bulan terakhir tidak ada pendapatan karena tidak ada yang menyewa perorang atau swasta.

Bacaan Lainnya

“Untuk kepentingan masyarakat tidak dikenakan sewa. Berbeda halnya dengan kepentingan perorangan, wajib membayar sewa,” jelasnya, Senin (6/9/2021).

Alat berat yang ada untuk pelayanan bagi masyarakat seperti pembukaan jalan desa, penataan balai Banjar. Jangka waktu penggunaan alat berat tergantung dari pekerjaan di lapangan.

Kata Putu Dedy, saat ini masih ada yang antre untuk mendapat giliran menggunakan alat berat. Karena kegiatan hampir bersamaan, maka harus bergantian.

“Kebetulan kegiatan bersama, di beberapa lokasi harus menunggu dulu. Setidaknya ada 3 lokasi yang menunggu giliran.” ungkap  mantan Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Bangli ini.

Lokasi seperti di Banjar Tambahan Desa Jehem Kecamatan Tembuku, ada juga Desa Belantih Kecamatan Kintamani.

Ditegaskan untuk kepentingan masyarakat tidak dikenakan biaya sewa. Masyarakat lebih dahulu mengajukan permohonan, kemudian bila sudah mendapat izin dari Bupati maka bisa nihil biaya sewa.

“Untuk kepentingan masyarakat nol biaya sewa. Masyarakat tersebut menanggung biaya operasional saja,” ungkapnya.

Mengacu Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Perda Nomor 23 tahun 2011 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah biaya sewa alat berat excavator Rp 1 Juta per hari dan Loader Rp 350 ribu per hari. Untuk anggaran 2021 ini target pendapatan dari sewa alat berat sebesar Rp 48 juta dan realisasi sampai awal September 2021 baru Rp 32 juta. “Kami optimis target akan tercapai,” sebutnya. (750)

Pos terkait