Ini Ancaman! 178 ODHA di Manggarai Berusia Produktif

kosmas takung
Kosmas Takung. (ist)

RUTENG | patrolipost.com – Kasus HIV/AIDS di Manggarai masih berjumlah ratusan orang. Saat ini orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Manggarai berjumlah 178 orang. Dari jumlah itu, ODHA terbanyak  umumnya berusia produktif.

Seperti disampaikan Pengelola Program KPAD Manggarai Hubert  Bogos melalui Sekretaris Kosmas Takung di Ruteng, Kamis (7/10/2021), sesuai dengan data yang dimiliki KPAD Manggarai saat ini, terdata 178 ODHA. Mereka berasal dari pelbagai kecamatan dengan jenis umur mulai dari Balita hingga Lansia.

Bacaan Lainnya

“Yang paling menonjol dari para ODHA yang ada adalah usia yang masih produktif. Jumlahnya sangat banyak bila dibandingkan yang lanjut usia,” katanya.

Dikatakan, data riilnya, yang usia 16-20 tahun sejumlah 5 orang, usia (21-25) 19 orang, (26-30) 46 orang, usia (31-35) 38 orang, (36-40) 31 orang, (41-45) 17 orang, (46-50) 9 orang dan (51-55) 5 orang.

Menurutnya, jumlah ODHA usia produktif berbeda dengan yang lanjut usia hingga remaja usia di bawah 16 tahun. Datanya untuk lanjut usia, 56-60, 1 orang dan usia 61-65, 1 orang.

Lalu, lanjut Sekretaris Kosmas Takung, untuk usia remaja di bawah 16 tahun, yakni usia 11-15, nihil; usia 6-10, 4 orang; dan 0-5, 2 orang. Jumlah ini berbeda jauh dengan usia yang produktif.

Sekretaris Kosmas Takung mengatakan, bagi ODHA yang bisa dilakukan selalu menjaga kesehatan dan mengonsumsi obat-obatan secara teratur. Dan, paling penting adalah menjauhi hal-hal yang berisiko munculnya HIV/AIDS.

Sedangkan Bupati Manggarai Hery Nabit di hadapan petinggi KPAD Provinsi, pekan lalu,  menegaskan, publik sudah tahu mana saja perilaku berisiko tertular HIV/AIDS. Hal itu penting sekali dalam menjaga diri HIV dan AIDS agar tetap sehat. Hanya orang yang sehat bisa berkontribusi besar dalam pembangunan daerah ini. Ke arah sanalah kegiatan-kegiatan KPAD.

“Kegiatan-kegiatan KPAD Manggarai dalam menanggulangi IV/AIDS adalah bentuk komitmen mendukung tercapainya Zero HIV//AIDS tahun 2030 yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Tiga Zero itu, yakni zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma dan diskriminasi menuju Indonesia bebas AIDS tahun 2030,” pungkasnya. (pp04)

Pos terkait