I Nyoman Suwirta Siap Maju Pileg DPRD Bali 2024, Larang Istri Ikut Pilbup Klungkung

bupati 55555
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta usai sidang DPRD Klungkung. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Usai menjabat sebagai Bupati Klungkung tahun 2024 nanti, Bupati I Nyoman Suwirta, memastikan dirinya akan siap terjun kekancah perpolitikan Klungkung untuk maju bertarung di pileg DPRD Provinsi Bali pada Pemilu 2024 mendatang. Bupati asal Dusun Ceningan, Nusa Penida in denggan lugas dan tegas mengaku akan ikut bertarung bersama 2 kader incumbent dari PDIP Dapil Klungkung, untuk merebut kursi DPRD Bali. .

Calon Incumbent PDI-P Bali, Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati, dan Tjokorda Gde Agung. Kadek Dwi Yustiawati lolos ke DPRD Bali Dapil Klungkung dengan raihan 23.410 suara mutlak mengungguli dua caleg lainnya yang lolos ke DPRD Bali Dapil Klungkung, yakni Tjokorda Gde Agung (PDIP) yang meraih 9.470 suara dan I Ketut Juliarta (Gerindra) yang meraih 7.308 suara.

Menurut Bupati Suwirta, dirinya memilih bertarung hanya di tingkat DPRD Provinsi Bali, karena banyak pertimbangan, di antaranya karena faktor situasi politik maupun faktor finansial.

“Kemampuan baik finansial, dan kemampuan saya berpolitik hanya di DPRD Bali,” ucap Bupati Suwirta usai sidang DPRD Klungkung.

Lebih jauh Bupati Suwirta, menjelaskan ada banyak faktor pertimbangan dirinya maju ke DPRD Bali. Sebagai new comer dikancah perpolitikan kepartaian dia mengaku harus banyak belajar, dan tetap menjaga situasi diinternal.

“Jangan sampai saya nanti lebih besar keinginan daripada kemampuan. Kalau urusan ke DPRD RI saya rasa teman – teman sudah mempunyai kemampuan, pengalaman, jangan sampai saya justru menggangu teman – teman yang lain,” kata Bupati Suwirta merendah.

Jadi dirinya ingin kondusifitas di tubuh PDIP bisa terjaga. “Jangan sampai karena saya justru dibilang mempunyai ambisi. Saya masuk ke PDIP ini tidak ada ambisi apa – apa. Ambisi saya karena sebelumnya setelah dikeluarkan dari WA grup Partai Gerindra, saya harus mendapatkan rumah baru. Rumah baru saya ini adalah final PDIP ini,” ungkapnya.

Walaupun mempunyai pengalaman menjadi bupati selama dua periode ,tapi itu tidak menjamin mendapat suara sama seperti Pilkada. “Saya mempunyai keyakinan kepada masyarakat Klungkung, mudah – mudahan masih ingat apa yang Nyoman Suwirta lakukan itu saja, ” tegasnya.

Terkait adanya keinginan sejumlah pihak untuk mencalonkan istrinya Nyonya Ayu Suwirta untuk ikut dalam kancah Pilkada Bupati menggantikan dirinya, secara tegas Bupati Suwirta menolak ide gagasan tersebut.

“Kalau untuk ikut terjun ke Pilkada Bupati, istri saya sudah saya kunci, tidak akan ikut bersaing menjadi calon Bupati. Biarkan tokoh tokoh lainnya yang masih mempunyai peluang untuk itu. Saya komit tidak ingin membangun dinasti politik, biar saya saja di politik, dan istri saya tetap sebagai pendamping suami itu sudah komitmen saya sejak awal,” tegasnya. (855)

Pos terkait