Heboh Isu Penculikan Anak, Dibunuh Lalu Organ Tubuh Dijual

Tangpan video Hotman Paris Hutapea, dan Wanita yang disebut pelaku penculikan anak tertangkap di Polsek tegalsari, Jawa Timur.

SURABAYA | patrolipost.com – Beredar video Pengacara Hotman Paris Hutapea didampingi seorang ibu Melly memberikan keterangan tentang ada dugaan penculikan anak di Kecamatan Samarinda Hulu Kabupaten Samarinda, Kalimantan Timur. Ibu Melly mengaku anaknya berusia 4 tahun saat di PAUD diculik dan dibunuh.

“Jenazah anak itu ditemukan di selokan, dalam kondisi organ vitalnya hilang. Sampai sekarang pelakunya belum diketahui. Diduga, ini diduga ya, anak itu sengaja dibunuh lalu diambil organ tubuhnya untuk diperjualbelikan oleh penculiknya,” kata Hotman.

Bacaan Lainnya

Dalam video berdurasi 0,59 detik itu Si Ibu (Melly) memegang bingkai foto anaknya sambil terus menangis. Hotman mengimbau, Kapolsek Samarinda Hulu, Kapolres Samarinda dan Kapolda Kaltim agar menyelidiki kasus tersebut.

Sementara itu, video lain menayangkan seorang perempuan berusia sekitar 40-an tahun diinterogasi seorang pria. Si wanita mengaku diupah Rp 6 juta untuk menculik anak. Dia diberi target menculik 5 anak oleh orang yang menyuruhnya.

Video pengakuan wanita ini menghebohkan jagat maya jawa Timur. Di laman Facebook muncul informasi sebagai berikut:

Penculikan anak itu ternyata benar terjadi di Surabaya Jawa Timur. Salah satu pelaku penculikan anak berhasil ditangkap dan diamankan di Polsek Tegalsari. Rame banget banyak yang nonton di Polsek Tegalsari tersebut.

Pelakunya ketangkap basah waktu sedang bawa anak yang pulang sekolah dalam kondisi sudah dibius, dan terus mau di gendong pakai selendang.

Tapi ketahuan masyarakat di sekitar lalu di teriakin dan akhirnya ketangkap. Saat digeledah di pakaian si pelaku banyak obat bius yang sudah disiapkan untuk melakukan aksi penculikan.

Ciri ciri pelaku menurut masyarakat di sekitar, perempuan tua kurus berpenampilan seperti pengemis menggunakan jilbab. Barang yang di bawa berupa selendang seperti buntelan.

Mohon informasi ini disebar luaskan khususnya area Surabaya dan sekitarnya, hati hati soalnya kasus ini ada jaringannya. Pelakunya lebih dari satu dan mereka di sebar ke lokasi berbeda buat cari mangsa anak kecil.

Sudah ada korban yang meninggal anak kecil, organ organnya sudah di ambil seperti mata, jantung dan ginjal.

Nara sumber:

Polsek Tegalsari dan lokasi kejadian

Informasi ini menyebar cepat di wilayah Jawa Timur. Informasi di media sosial Facebook itu bahkan tersebar ke sejumlah grup WhatsApp.

Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Aditama menyatakan bahwa informasi penculikan itu adalah tidak benar dan berita bohong.

“Kabar itu tidak benar. Tidak ada penangkapan pelaku penculikan anak,” jawab Rendy seperti dikutip jatimnow.com, Jumat (14/2/2020).

Rendy juga mengaku sudah mengetahui bahwa kabar bohong tersebut sudah tersebar di media sosial. Dan ia kembali menegaskan bahwa Polsek Tegalsari tidak pernah menerima laporan dan penangkapan atas kasus penculikan anak. (807)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.